Undangan kopdar BSS
27 May 2009 oleh KKB Admin 03
Pada Blogger Seribu Sungai
Diberitahukan kepada seluruh anggota sub komunitas kayuh baimbai yang tergabung dalam Blogger Seribu Sungai, (BSS) dan juga kepada para rekan-rekan blogger yang ingin ikut serta dalam keanggotaan BSS pada :
Hari : Minggu, 31 Mei 2009
Jam : 15.00 WITA
Tempat : Kediaman Rekan Dhani
Alamat : Jln. Pramuka Gang Teratai no.35 rt.33 km 6 Banjarmasin (369shop)
kehadiran rekan-rekan sangat diharapkan akan mebicarakan beberapa agenda yang terkait dengan sub komunitas seribu sungai.
Report : Meeting di Telkomsel & Gathering 22 Mei 2009
24 May 2009 oleh Admin
Pada Agenda Kegiatan
Jumat, 22 Mei 2009 kemarin, Komunitas Kayuh Baimbai melaksanakan dua agenda secara berurutan. Agenda pertama adalah menghadiri undangan dari pihak Telkomsel Kalimantan Selatan, dan agenda kedua adalah pelaksanaan agenda Gathering bulanan yang merupakan agenda resmi Komunitas Kayuh Baimbai.
• Meeting di Telkomsel
Pertemuan dengan pihak Telkomsel Kalimantan Selatan di Banjarmasin seyogyanya dilaksanakan mulai pukul 09.00 wita. Sejumlah rekan anggota Komunitas Kayuh Baimbai yang hari itu memiliki kesempatan untuk berhadir telah berkumpul di Telkomsel Banjarmasin pada pukul 09.00 wita. Namun, karena sesuatu dan lain hal, pertemuan tersebut terpaksa dimundurkan hingga pukul 11.00 wita.
Sekitar 15 orang anggota Komunitas Kayuh Baimbai berhadir pada pertemuan tersebut dengan Ketua Komunitas Kayuh Baimbai, Harie Insani Putra yang langsung bertindak sebagai pimpinan rombongan. Sementara pihak Telkomsel di wakili oleh Pak Dwi serta dua orang lagi. Mohon maaph, penulis lupa nama dua orang rekan dari Telkomsel tersebut.
Pertemuan dengan Telkomsel pada dasarnya adalah untuk membicarakan kemungkinan kerja sama antara Telkomsel Banjarmasin (Kalimantan Selatan) dengan Komunitas Kayuh Baimbai sehubungan dengan rencana pihak Telkomsel untuk turut serta berperan aktif dalam menggalakkan peningkatan penetrasi teknologi informasi di Kalimantan Selatan.
Secara umum, Komunitas Kayuh Baimbai menyambut baik niat tersebut. terlebih lagi tujuan tersebut selaras dengan misi Komunitas Kayuh Baimbai di Kalimantan Selatan. Sehingga sangat terbuka kemungkinan bagi Komunitas Kayuh Baimbai dan Telkomsel untuk saling bersinergi dalam hal ini. Pada sisi lain, Komunitas Kayuh Baimbai sudah kerap kali mengadakan aktivitas atau kegiatan sejenis.
Pembicaraan antara Telkomsel dan Komunitas Kayuh Baimbai tersebut masih belum menginjak pada persoalan teknis, namun berada pada tataran penyamaan persepsi.
• Gathering, Banjarmasin 22 Mei 2009
Agenda kedua yang dilaksanakan oleh Komunitas Kayuh Baimbai adalah Official Gathering atau Kopdar Resmi bulanan, yang untuk bulan Mei ini berlokasi di Banjarmasin.
Mengambil lokasi di Batagor 369, lebih dari 30 orang anggota Komunitas Kayuh Baimbai berhadir pada acara ini. Selain itu, terdapat pula dua orang rekan anggota baru, yakni Erwin dan Rina. Selamat datang kami ucapkan untuk kalian ….
Sejumlah agenda yang dilaksanakan pada pertemuan kali ini adalah penginformasian hasil pertemuan dengan pihak Telkomsel kepada anggota Komunitas Kayuh Baimbai, pembubaran secara resmi kepanitiaan Aruh Blogger ‘09, serta agenda komunitas untuk bulan Juni 2009.
Salah satu hal yang disepakati pada 22 Mei 2009 adalah pelaksanaan Wisata Baimbai pada Juni 2009 dengan tujuan Pantai Batakan. Agenda ini khusus bagi mereka yang telah terdaftar sebagai anggota Komunitas Kayuh Baimbai. Hal lain yang lebih detil tentang agenda ini akan dibicarakan lebih lanjut dan akan diinformasikan kemudian.
Tujuan Wisata Baimbai ini selain untuk penyegaran dan melepaskan diri sejenak dari aktifitas rutin, tentu saja sebagai salah satu bentuk usaha untuk mempererat rasa persaudaraan di kalangan anggota komunitas yang terkenal egaliter ini. serta santun, bijaksana plus penuh kharisma
![]()
Salah dua hal yang dibicarakan adalah agenda official gathering atau Kopdar Resmi pada bulan Juni ‘09 akan dilaksanakan di Banjarbaru. Kepada rekan-rekan anggota Komunitas Kayuh Baimbai di Banjarbaru diharapkan untuk melakukan koordinasi dan menginformasikan waktu dan tempat pelaksanaan sebelumnya melalui media ini.
Demikian disampaikan dan Terima kasih.
Banjir, Tenung dan Bingung
24 May 2009 oleh KKB Admin 03
Pada Tulisan Pilihan Mingguan
Comments Off
Ini benar-benar kejadian “luar biasa” dan baru kami alami. Luar biasa disitu maksudnya adalah di luar kebiasaan kami. Saya tidak tau, apakah penggunaan istilah santet ini tepat atau tidak, karena konon menurut salah satu sumber, santet atau tenung itu dilakukan dari jarak jauh. Sementara yang kami alami ini benar-benar dalam jarak dekat. Kalau dalam istilah bahasa daerah saya, Bahasa Banjar, secara umum biasanya disebut dengan “manggawi” atau padanannya dalam bahasa Indonesia adalah “mengerjai”.
Kalau saja rumah kami tidak kebanjiran sebanyak 2 (dua) kali dalam 1 (satu) bulan ini, mungkin saja hal ini tak akan kami ketahui secepat ini. Bisa jadi dalam kasus ini kami berterima kasih kepada banjir yang telah melanda. Begini ceritanya sodara-sodara …
Akhir-akhir ini di Banjarbaru, kota tempat saya tinggal ini, kadang diguyur hujan yang sangat lebat, bahkan disertai angin kencang. Pada waktu yang bersamaan, rumah sebelah kanan dari rumah kami, yang kebetulan dimiliki oleh pengusaha sukses di bidangnya, bahkan sebagai bentuk penghargaan pemerintah negeri ini, beliau di ajak oleh salah satu menteri untuk berkunjung dan meninjau usaha sejenis di negara lain. Beliau melakukan renovasi total terhadap rumah itu.
Namanya saja melakukan renovasi total, tentu diperlukan material bangunan yang tidak sedikit. Akibat dari tumpukan material itu akhirnya menutupi saluran drainase di depan rumah yang di rehab itu. Sementara aliran air seharusnya melewati drainase depan rumahnya, sebagai kelanjutan drainase yang ada di depan rumah kami.
Karena drainase tertutup sementara hujan turun pula sangat lebatnya, alhasil rumah kami kebanjiran UNTUK PERTAMA KALINYA selama kami menempati rumah ini sejak tahun 1983. Mengetahui rumah kebanjiran ini pertama kali membuat saya tertawa, benar-benar tertawa. Akhirnya merasakan juga bagaimana rasanya kebanjiran, walaupun banjir kecil, tapi seluruh lantai di rumah terendam air. Kasur pun ikut basah.
Mengetahui rumah kami dan tetangga sebelah kiri kami kebanjiran (total saat itu ada 2 rumah yang kebanjiran) besoknya beliau memerintahkan para pekerja bangunannya untuk membenahi drainase. Namun ternyata mereka bekerja tidak selesai. Hanya merapikan bagian yang terlihat, sementara gorong-gorong tidak dirapikan. Yang agak kurang ajar, ada pekerja yang bersuara dan mengatakan bahwa masalah ada di drainase kami.
Oleh Pakacil
Pendidikan dimataku
21 May 2009 oleh KKB Admin 03
Pada Tulisan Pilihan Mingguan
Comments Off
Aku memang mahasiswa yang hampir 2 tahun terheran-heran jika melihat dosen dengan pakaian perlente mendongeng didepan kelas, menjelaskan apa yang ditampilkan dilayar putih dengan hiasan tulisan-tulisan yang tidak jelas apa masudnya bahkan terlihat seperti komik naruto yang isinya Cuma bualan-bualan otak para komikus penjajah negeri kita. Dengan suara-suara jangkrik yang nyaris tak terdengar dikuping lebarku seakan-akan dia telah menjampaikannya dengan sempurna. Nyaris satu kelas tak ada paham akan apa materi kuliah yang diteriakkan.
Itu berbanding terbalik dengan yang apa yang orang luar sana memandang kami, memandang kami dengan mata sebelah menilai bahwa kami adalah sekumpulan manusia yang cerdas dan kelak nantinya akan turun kemasyarakat akam membantu mereka. Aku terheran-heran pada suatu ketika disaat aku sedang berkumpul dengan teman-teman salah seorang teman ku bertanya “nantinya kamu jadi apa jika tela h selesai kuliah disitu”. Pertanyaan bodoh ini harus aku jawab dengan bijak , “aku kuliah disini nantinya tak jadi apa-apa buat kamu, namun aku kuliah disini karena aku menyukai apa yang seharusnya bisa mengikuti perkembangan”. Ilmu yang kudapat dini tak akan pernah mampu bertahan dengan zaman, setiap ada perubahan aku dituntut untuk terus belajar hal yang baru, ilmunya bukan ilmu yang peka zaman, bukanlah buku-buku yang harus diturunkan turun-temurun.
Aku mau muntah jika mereka – mereka yang memandang rendah tentang aku bertanya hal-hal yang menyangkut profesi apa yang akan aku geluti jika aku lulus. Mereka fikir Cuma sekolah tinggi mereka saja mampu memberikan kesempatan untuk sukses
Oleh Wawan
Apa peduliku
21 May 2009 oleh KKB Admin 03
Pada Tulisan Pilihan Mingguan
Comments Off
Aku laki-laki dengan seribu tanya di kepalaku. Setiap menit bahkan detik, selalu ada tanya yang terlintas di otakku. Hidup, aku, kalian, kami, dia, anda, bahkan Tuhan. Apa ini sebuah kewajaran atau aku sebenarnya akulah yang tak wajar.
Di setiap pagi yang hening aku terbangun dengan ketenangan, kemudian membuka lembar baru aktifitas. Siang harinya aku masih terjaga dengan ketenangan, walau terkadang amarah membuncah dan kerap menista Tuhan; Panas sekali, hujan lagi, gerah, marah, telpon, sms, internet, bahkan negara ini yang selalu dilanda masalah. Apa peduliku.
Sore hari, aku masih terbangun dalam tenang. Udara yang tak lagi meranggas membuat imaginasi mengalir. Segelas teh hangat atau kopi merupakan candu yang nikmat. Jalan-jalan kota penuh sesak. Banyak pantat mengepak, nungging sana sini.
Ketika senja datang, aku masih tenang. Kota ini pun agaknya masih tenang. Namun menjelang malam, aku merasakan sesuatu yang tidak orang lain rasakan. Bumi ini berguncang hebat. Agaknya gedung-gedung pencakar langit itu akan roboh dan porak poranda. Tapi bagaimana bisa? Bukankah pondasinya terbuat dari susunan keping-keping baja. Tidak mungkin roboh bukan. Tapi memang, mereka bergoyang. “ayo turun,” sesekali kudengar ucapan itu. Agaknya dari tempat yang sama. Bermula ketika malam tiba.
Aku sudah pernah menceritakan hal ini pada teman-temanku. Tak ada satupun yang percaya. Mereka mengatakan aku mengada-ada. Tapi aku tidak bohong. Aku benar-benar merasakan goncangan itu, aku mendengar teriakan itu. Tapi kenapa hanya aku. Kenapa tidak mereka atau anda. Mungkinkah aku terlalu berhalusinasi? Atau mungkin pula, kerangka-kerangka cerita itu yang membuatku setengah gila?
oleh syafwan


