Apa peduliku

21 May 2009 oleh KKB Admin 03  
Pada Tulisan Pilihan Mingguan

Aku laki-laki dengan seribu tanya di kepalaku. Setiap menit bahkan detik, selalu ada tanya yang terlintas di otakku. Hidup, aku, kalian, kami, dia, anda, bahkan Tuhan. Apa ini sebuah kewajaran atau aku sebenarnya akulah yang tak wajar.

Di setiap pagi yang hening aku terbangun dengan ketenangan, kemudian membuka lembar baru aktifitas. Siang harinya aku masih terjaga dengan ketenangan, walau terkadang amarah membuncah dan kerap menista Tuhan;  Panas sekali, hujan lagi, gerah, marah, telpon, sms, internet, bahkan negara ini yang selalu dilanda masalah. Apa peduliku.

Sore hari, aku masih terbangun dalam tenang. Udara yang tak lagi meranggas membuat imaginasi mengalir. Segelas teh hangat atau kopi merupakan candu yang nikmat. Jalan-jalan kota penuh sesak. Banyak pantat mengepak, nungging sana sini.

Ketika senja datang, aku masih tenang. Kota ini pun agaknya masih tenang. Namun menjelang malam, aku merasakan sesuatu yang tidak orang lain rasakan. Bumi ini berguncang hebat. Agaknya gedung-gedung pencakar langit itu akan roboh dan porak poranda. Tapi bagaimana bisa? Bukankah pondasinya terbuat dari susunan keping-keping baja. Tidak mungkin roboh bukan. Tapi memang, mereka bergoyang. “ayo turun,” sesekali kudengar ucapan itu. Agaknya dari tempat yang sama. Bermula ketika  malam tiba.

Aku sudah pernah menceritakan hal ini pada teman-temanku. Tak ada satupun yang percaya. Mereka mengatakan aku mengada-ada. Tapi aku tidak bohong. Aku benar-benar merasakan goncangan itu, aku mendengar teriakan itu. Tapi kenapa hanya aku. Kenapa tidak mereka atau anda. Mungkinkah aku terlalu berhalusinasi? Atau mungkin pula, kerangka-kerangka cerita itu yang membuatku setengah gila?

oleh syafwan

... informasi di atas disampaikan oleh ...
KOMUNITAS KAYUH BAIMBAI
Komunitas Blogger Kalimantan Selatan

Komentar

Maaf, komentar ditiadakan...