Penanganan Bagi Pencandu Narkoba di Kalimantan Selatan (?)

28 September 2009 oleh KKB Admin 03  
Pada Tulisan Pilihan Mingguan

Seorang teman perempuan datang kepada saya siang itu.

Tujuannya seperti biasa para perempuan lainnya yang datang pada saya, curhat.

Tapi kali ini masalahnya tidak sekedar masalah hati. Teman saya ini membawa masalah keluarga.

Sejak beberapa bulan, ayahnya keluar masuk rumah sakit. Diagnosa penyakitnya banyak. Mulai dari hipertensi, gula darah, jantung, hingga lambung yang tidak bekerja benar.

Awalnya seperti itu.

Lalu teman ini menginformasikan bahwa sakit ayahnya ternyata lebih pada faktor penyebab psikis daripada fisik.

Ayahnya menemukan adik laki-laki teman saya ini kecanduan narkoba.

“saya harus bagaimana Dil? Ayah sakit, tidak mau makan, beliau kecewa, marah dan merasa gagal mendidik anak. Sementara adik di rumah juga sudah parah kecanduannya. Sudah berapa kali mencoba bunuh diri. Tiap ditegur, dia mengambil pisau dan mengancam siapa saja yang di dekatnya. Saya tidak berani pulang ke rumah. Dari seminggu lalu di rumah sakit saja menemani ayah… Di rumah cuma ada kakak sama adik..”

***

whew..!

Seperti biasa, setiap menanggapi curhat teman, saya tidak pernah berusaha memberi solusi. Saya hanya menceritakan apa yang saya lakukan jika saya ada di posisi mereka.

Namun kali ini cukup berat. Pertama, saya tidak punya banyak pengalaman dengan narkoba. Merokok pun tidak. Bukan karena saya idealis, hidup sehat atau alasan positif lain. Sederhana saja, saya tidak pernah punya uang cukup untuk itu semua. No need more reasons…

Karena itu, saya tidak tahu jelas kenapa seseorang bisa kecanduan dan bagaimana menghadapinya.

Saya juga tidak tahu apakah di banjarmasin ada panti rehabilitasi narkoba seperti yang ditanyakan teman tadi. Yang saya tahu, ada pesantren tradisional yang menerima santri pecandu dan mencoba mengobati mereka, dengan cara yang juga ‘tradisional’ tentu.

Saya juga dapat info bahwa ada layanan khusus untuk pecandu di rumah sakit jiwa Sambang Lihum Kalsel. Tapi bagaimana detailnya tidak jelas.

Saya juga tidak tahu, apakah tindakan menyilet lengan oleh pecandu merupakan percobaan bunuh diri atau dampak ‘normal’ dari kecanduan.

Saya tidak tahu beda antara kecanduan shabu, ekstasi, ganja atau lainnya.

Singkatnya, saya tidak bisa membantu banyak kali ini. Hanya memberikan prioritas yang perlu dilakukan untuk teman saya ini.

1. Memprioritaskan ayahnya, pastikan mendapat perawatan psikis dan fisik.

2. Menjaga kesehatannya sendiri.

3. Memastikan adiknya tidak merasa dikucilkan atau disalahkan. He made mistake, who hasn’t?

Sementara itu saja yang bisa saya katakan, lainnya saya perlu bantuan, khususnya soal penanganan pecandu narkoba dan rehabilitasinya di banjarmasin atau sekitarnya.

Ada yang bisa bantu?

Oleh Manusia Super

Menapaki malam 1 Syawal 1430 H

28 September 2009 oleh KKB Admin 03  
Pada Tulisan Pilihan Mingguan

Di Ujung bulan Ramadhan ini aku lewati kebersamaan yang begitu hangat bersama teman teman ku semasa sekolah dulu, bertempat di salah satu rumah makan di kota yang membesarkan ku Pelaihari. Atmosfir canda tawa, membuka kembali kenangan kenangan manis tempo dulu lengkap sudah kami melepas kerinduan. Beberapa teman saat itu tidak bisa hadir karena aada beberapa halangan, namun bagiku Jarak banjarmasin – Pelaihari bukan Halanganku untuk tidak ikut memeriahkan acara itu.

Usai berbuka kami menyempatkan diri untuk kembali duduk santai di taman hutan kota melanjutkan pembicaraan yang sempat terdunda, meskipun beberapa diantaranya telah pulang kerumah masing masing, ada yang menjemput orang tuanya ke bandara, ada juga teman yang harus menjalankan tugas untuk pengamanan malam hari raya, dan beberapa teman aku juga menjalankan kewajibannya untuk membayar zakat, kurang lebih ada sekitar 5 orang yang masih tersisa untuk saling bincang dan temu kangen.

Jam sudah menunjukan pukul 8 lewat 30 menit saya harus kembali pulang ke Banjarmasin karena seluruh keluarga saya berada disini, sepanjang jalan aku ditemani sahut menyahut gema takbir di Mesjid, surau, dan beberapa masyarakat yang turun tumpah dijalan merayakan hari kemenangan ini, aku terkagum melihat segerombolan warga yang melakukan arak-arakan gerobak yang telah dihias sedemikian rupa dan beberapa warga yang menggiringnya sambil menyalakan obor, dari anak kecil hingga orang dewasa terus mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil sepanjang jalan untuk merayakan hari kemenangan setelah 1 bulan penuh menjalani ubadah puasa di bulan Ramadhan dan kini tepat 1 syawal 1430 H kaum umat muslim seluruh dunia telah kembali ke fitrah.

Sepanjang jalan aku pun ikut berkumandang, hingga aku kembali di sebuah kecamatan Bati –Bati tepatnya, disini aku berhasil mendapatkan foto dimana seluruh warga ikut juga turun kejalan untuk ikut merayakan hari kemenangan, namun ada perbedaan dengan yang sebelumnya. Sebuah mobil pick up yang dihiasi dengan lampu terang dan beberapa ornamen yang di dalamnya ada beberapa orang saling sahut menyahut mengumandangkan takbir dengan rebana sepanjang jalan, iring-iringan terjadi disini namun sebagian besar mereka menggunakan sepeda motor. Ada beberapa orang terkesan merusak suasana mereka menggunakan knalpot “nyaring” dan saling selip menyelip sehingga menggangu pengendara lainya dengan suaranya yang bising sekali. Tak apalah, tak ada salahnya jika kita saling memaafkan.

Sesampainya di Banjarmasin aku langsung menuju kasan Kayu Tangi, diman banyak sekali anak muda yang duduk dipinggir jalan menikmati malam kemenangan ini, beberapa diantaranya memeriahkan dengan pesta kembang api, langit malam itu sungguh sangat indah dengan dipenuhi kilau warna warni yang dipencarkan kembang api itu, tak lama kemudian iring-iringan mobil hias yang merupakan kegiatan tahunan juga ikut menyemarakkan, mobil-mobil dengan pelan bergerak menghibur mata para muda-mudi dipinggir jalan. Sempat terjadi kejadian kecil ada salah satu pemuda yang terkena ledakan kembang api yang gagal meluncur diatas dan beberapa pemuda yang meledakkan petasan dan memaksa para polisi menaikan mereka di atas mobil patroli.

Malam 1 syawal ku tahun ini begitu bermakna, ku lewati penuh dengan suka cita, ku rayakan kemenangan ini dengan gegap gempita meskipun kadang aku bersedih melihat saudara-saudara muslim di Palestina, Afganistan dan Irak sana yang harus merayakan idul fitri ini dalam keadaan perang. Aku juga ikut sedih mengingat para keluarga yang telah kehilangan sanak saudaranya yang tewas ketika pengrebekan teroris beberapa saat itu, bukan maksud mendukung kegiatan aksi teroris namun aku bersedih jika membayangkan salah satu bagian keluarga tidak berkumpul disaat hari yang Fitri ini. Ku lihat masih banyak saudara muslim ku yang masih jauh berada dibawah garis kemiskinan dan beruntunglah mereka semua dan dapat merayakan hari yang fitri ini dengan  hasil pemberian zakat firah dai saudara muslim yang mampu, begitu indah Islam ini diantara saudara muslim saling berbagi kebahagian, dan ISLAM BUKAN TERORIS.

Oleh Wawan

BUDAYA PULANG KAMPUNG

28 September 2009 oleh KKB Admin 03  
Pada Tulisan Pilihan Mingguan

Berlebaran di tanah asal!!! Budaya dan tradisi yang satu ini, sudah pasti tidak ada satu negarapun termasuk “Malingsia” (Malaysia) yang berani mengklaim keberadaannya, apalagi mengaku-ngaku miliknya. Budaya dan tradisi ini hanya memang ada di Indonesia, yang tumbuh dan berkembang selama hampir puluhan dekade dari sebelum merdeka sampai sekarang. Dan dipastikan tradisi ini terus tumbuh setiap tahunnya pada masyarakat Indonesia. Tradisi dan budaya dimaksud dikenal oleh kita dengan nama “Pulang Kampung” atau “Mudik”.
Tradisi dan budaya Pulang Kampung / Mudik memang tidak bisa tumbuh dan berkembang di negara lain. Hal ini disebabkan perbedaan faktor keberadaan dan cultur masyarakatnya dimana hanya terjadi pada suasana hari besar agama Islam seperti Idul Fitri dan Idul Adha saja.

Tidak banyak yang dapat menyampaikan sejarah awal mulanya tradisi ini berlangsung. Tapi kalau saya boleh berpendapat, tradisi ini kemungkinan besar berawal dari budaya sungkan kepada orang tua atau kepada orang yang di tua-kan untuk saling memberikan ucapan ma’af serta untuk menyampaikan perasaan kangen atau rindu kepada pihak keluarga yang berada diperantauan atau berada ditempat yang jauh. Dasar yang kedua adalah, budaya dan tradisi ini tumbuh karena masyarakat Indonesia yang secara turun temurun dikenal dengan masyarakat dengan rasa kekeluargaan dan gotong royong yang tinggi. Dan yang ketiga, Indonesia adalah negara dengan penduduknya yang mayoritas memeluk agama Islam.

Dasar yang ketiga inilah yang menurut saya menjadi pemicu terjadinya tradisi pulang kampung atau mudik. Sebagaimana diketahui, didalam Islam, menyampaikan permintaan maaf langsung kepada orang adalah lebih baik dan “afdhol” ketimbang menyampaikannya melalui media lain seperti kartu ucapan atau sejenisnya. Dan di dalam Islam pula-lah ada saat dan waktu yang tepat untuk menyampaikan permintaan maaf tersebut. Waktu dan saat yang tepat itu tidak lain adalah pada saat hari raya Idul Fitri atau pada saat Idul Adha, yang adanya hanya di dalam Islam. Maka, sudah dipastikan negara yang Islamnya “minoritas”, tradisi semacam ini kemungkinan besar tidak terjadi.

Dalam Islam, menyampaikan permintaan maaf tersebut sudah menjadi kebiasaan bahkan kewajiban, terutama pada saat Idul Fitri. Olah masyarakat Islam sendiri, makna Idul Fitri memang menjadi moment atau saat yang tepat untuk membersihkan diri. Salah satunya dengan saling memberikan maaf atas kesalahan yang dilakukan baik yang disengaja atau yang tidak sengaja. Selain itu, tradisi ini merupakan pelengkap ritual keagamaan yang dilakukan selama bulan Ramadhan dimana semua umat Islam melakukan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya yang disunatkan.

Menurut keyakinan didalam Islam, ibadah puasa dan pelaksanaan ibadah lainnya dinyatakan tidak sempurna apabila tidak ditutup dengan ibadah zakat fitrah dan sholat idul fitri. Kata Idul Fitri sendiri mengandung arti “KEMBALI BERSIH”, maka setiap noda keburukan yang melekat didalam hati, menurut keyakinan umat Islam hanya bisa dibersihkan melalui jalan “SALING MEMBERIKAN MAAF”. Apalagi Allah SWT sudah menegaskan didalam Al Qur’an, “Diterima atau Tidaknya permintaan maaf seseorang tergantung kepada diterima atau tidaknya permintaan maaf tersebut oleh pemberi maaf”. Itu artinya sikap meminta maaf maupun memberi maaf adalah sikap wajib yang harus dilakukan disaat hari raya, khususnya Idul Fitri.

Maka ketika ritual ini berlangsung, tradisi pulang kampung atau tradisi mudik pada saat sekarang ini menjadi prioritas utama bagi umat islam. Dan sudah barang tentu hal ini akan menjadi budaya pada setiap tahunnya di Indonesia. Hal ini dikarenakan jumlah umat Islam di Indonesia mencapai 90% lebih dari jumlah penduduk Indonesia. Selain itu, budaya atau tradisi pulang kampung pada saat sekarang ini sudah lebih mudah dilaksanakan dibandingkan pada saat lampau. Itu karena banyaknya alat transportasi yang tersedia sehingga memudahkan umat Islam untuk bepergian kemana saja dengan cepat dan aman.

Oleh Zainal Kuin

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H

19 September 2009 oleh KKB Admin 03  
Pada Informasi Umum

Komunitas Blogger Kalimantan Selatan mengucapkan …

Selamat Hari Raya Idul fitri 1430 H

Minal Aidin Wal Faidzin

Mohon Maaf Lahir dan Batin

Kayuh Baimbai menyampaikan permohonan maaf jika terdapat kesalahan atau hal-hal yang tidak berkenan lainnya

Kepada seluruh anggota Komunitas Kayuh Baimbai, Seluruh Blogger yang merayakannya, pihak-pihak yang selama ini menjalin kerja sama dengan Kayuh Baimbai, serta masyarakat Kalimantan Selatan dan publik pada umumnya.

Report Buka Puasa Bersama Kayuh Baimbai

Kamis 17 September 2009, Acara buka puasa bersama anggota komunitas di salah satu rumah makan ayam bakar di Banjarmasin menjadi salah satu agenda komunitas Kayuh Baimbai telah dilaksanakan, acara buka bersama kali ini dihadiri sekitar 35 orang anggota komunitas. Buka puasa kali ini sekaligus merupakan agenda kopdar namun kopdar kali ini tidak ada penambahan anggota.

Kopdar ini dilanjutkan ke tempat lain untuk membicarakan rencana tentang pembuatan baju komunitas yang sempat dibicarakan, dan juga membicarakan tentang rencana keikut sertaan komunitas blogger Kayuh Baimbai dalam memeriahkan puncak acara pesta blogger 2009 yang akan dilangsungkan di Jakarta pada 24 Oktober 2009 nanti. Dan juga beberapa agenda komunitas untuk memperkenalkan komunitas di tanah Jawa.

Next Page »