Undangan Buka Bersama Kayuh Baimbai
14 September 2009 oleh KKB Admin 03
Pada Kayuh Baimbai
Undangan buka bersama ditujukan kepada seluruh Anggota Kayuh Baimbai yang Insya Allah akan dilaksanakan pada :
Hari Kamis tanggal 17 September 2009
Bertempat di Rumah Makan Garong Jl. Hasan Basri (Kayu Tangi) sebelum simpang tiga Tulip Swalayan.
Jam 18.00 wita
Kepada rekan-rekan Anggota Kayuh Baimbai diharapkan kedatangannya, karena selain buka bersama, acara ini akan menjadi kesempatan Silaturahmi dan bermaaf-maafan kepada sesama rekan anggota menjelang Lebaran sebelum melakukan mudik atau pulang kampung.
Acara buka bersama ini tidak terbuka untuk umum, hanya untuk Anggota resmi Kayuh Baimbai, dan tidak dipungut biaya.
Bagi rekan-rekan yang akan berhadir di acara ini diharapkan mengisi kolom komentar sebagai bentuk konfirmasi kehadirannya. Terima kasih.
Pulau Jemur direnggut Malaysia
14 September 2009 oleh KKB Admin 03
Pada Tulisan Pilihan Mingguan
Baru saja Tarian Tradisional Kebudayaan Indonesia dari Propinsi Bali yaitu Tari Pendet di klaim oleh Malaysia sebagai produk budaya mereka. Setelah sebelumnya Lagu Rasa Sayange, Es Cendol, Batik, Block Ambalat, Lagu Terang Bulan yang aransement dijiplak/dicaplok sama persis (hanya syairnya saja diubah) sebagai Lagu Kebangsaan Malaysia “Negaraku“,dan lain-lain……bahkan ada daerah territorial Indonesia yang sudah jatuh ke tangan Malaysia yaitu Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan.
Baru-baru ini yang di klaim Malaysia adalah Pulau Jemur, masalah Tari Pendet dan klaim lainnya belum selesai tertangani oleh pemerintah, kini territorial Indonesia lagi yang di usik oleh negara tetangga Malaysia (alias Malingsia). Pulau Jemur diklaim oleh Malaysia melalui beberapa situs travelnya yaitu diantaranya : www.traveljournals.net, www.Osvaja.net dan www.World-geographics.com, disitus tersebut menyatakan Pulau Jemur adalah milik negara bagian Selangor – Malaysia. Padahal Pulau Jemur sendiri jelas-jelas berada di wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Riau – Indonesia. Oleh Pemprov Riau dan Pemkab Rokan Hilir, Pulau Jemur telah dijadikan sebagai salah satu tempat tujuan wisata.

Pulau Jemur merupakan pulau terluas di gugusan Kepulauan Arwah. Luasnya sekitar 2,5 kilometer persegi. Pulau Jemur tersebut berbatasan langsung dengan Malaysia di Selat Malaka, dan merupakan pulau tak berpenghuni.

Pulau tersebut berada pada jarak sekitar 72,4 kilometer dari Bagan Siapapi dan 64,3 kilometer dari Pelabuhan Port Klang, Malaysia. Dan terletak di jalur perairan terpadat di dunia yaitu Selat Malaka. Pulau Jemur sendiri merupakan pulau penghasil ikan terbanyak di dunia setelah Norwegia.
Jangan biarkan Pulau Jemur bernasib seperti Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan. Jangan biarkan Negeri ini digrogoti sedikit demi sedikit oleh Malaysia. NKRI sebuah Harga Mati….!!!! Merdeka..!!!
Oleh Bowo
MENGGALI OBAT-OBATAN LAHAN GAMBUT TROPIKA KALTENG
14 September 2009 oleh KKB Admin 03
Pada Tulisan Pilihan Mingguan
“Membangun Indonesia Melalui Bumi Tambun Bungai Kalimantan Tengah,” demikian sebuah buku Gubernur Kalteng Teras Narang yang menggambarkan betapa kayanya daerah yang luasnya 1,5 kali Pulau Jawa tersebut.
Disebutkan, kawasan pemukiman Suku Dayak berpenduduk sekitar dua juta jiwa itu bisa jadi muncul penemuan-penemuan baru yang akan mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional.
Agustin Teras Narang dalam setiap kesempatan menyatakan, Kalteng begitu kaya, karena hampir semua ada di wilayah itu.
Tetapi yang lebih khas, yaitu terdapatnya hamparan luas lahan gambut tropika yang unik yang masih memerlukan keterampilan kalangan ilmuan untuk mengungkap potensinya.
Bahkan Gubernur Teras Narang mengajak kalangan investor baik dalam maupun luar negeri untuk “menengok” kekayaan Kalteng itu.
“Siapa tahu di lahan yang selama ini dianggap marginal itu tersimpan ‘berlian’ lain berupa senyawa-senyawa organik yang bermanfaat baik untuk industri maupun obat-obatan,” katanya.
Kalteng sedikitnya memiliki 3,6 juta hektare lahan gambut tropika atau sekitar 300 ribu kilometer persegi.
Potensi terpendam di wilayah sejuta sungai itu telah memancing keingintahuan kalangan peneliti untuk menelusuri kekayaan yang ada di hutan gambut Kalteng tersebut.
Menurut penuturan peneliti senior Universitas Palangkaraya (Unpar) Prof DR H Ciptadi, lahan gambut tropika Kalteng memang memiliki keunikan dan kelebihan.
Kekayaan hayati lahan gambut tropika Kalteng dibuktikan dengan keanekaragaman hayati yang sangat besar, kata doktor kimia biomolekul lulusan Universitas Montpellier II-Perancis, pada 2003, itu.
Ketua Lembaga Penelitian Unpar itu mengatakan, di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat, dan Sungai Sebangau terdapat sedikitnya 310 spesies tanaman.
Di sana juga terdapat fitoplankton yang hanya hidup dan berada di kawasan ekosistem air hitam.
“Sumber Daya Alam Kalteng melimpah ruah, kekayaan ini harus kita jaga dan hendaknya dikelola dengan baik,” katanya.
Menurut dia, jenis-jenis tumbuhan dari berbagai ekotipe hutan tropis Kalteng hendaknya didata secara lengkap, seperti penyebaran, penggunaan tradisional, kandungan kimia dan aktivitas biologisnya.
Di samping itu, kata guru besar bidang biokimia/kimia organik Unpar itu, dirasa perlu kaderisasi peneliti untuk bisa melanjutkan estafet penggalian dan pengembangan biota Kalteng, khususnya yang terkait dengan aktivitas biologis yang dimiliki tumbuhan tersebut.
Ia menjelaskan, kekayaan hayati ini sebagian besar belum digali dan dikaji hingga tak bisa dimanfaatkan maksimal.
Dalam rangka pencarian dan pemanfaatan senyawa kimia yang terkandung dalam sumberdaya hayati tersebut diperlukan penelitian yang terencana dan berkelanjutan.
Para ilmuan dari berbagai lembaga riset dan perusahaan obat besar dunia berusaha menemukan senyawa baru dari hutan tropis termasuk hutan gambut tropika Kalteng, terutama untuk mengobati penderita kanker dan HIV, karena hutan tropika ini menyimpan senyawa organik terbesar di dunia, katanya.
Dari hasil peneluran dan penelitian tersebut beberapa hal sudah menunjukan adanya senyawa-senyawa di dalam tanaman Kalteng yang mengandung obat-obatan.
Berdasarkan sebuah buku pengukuhan guru besar dalam bidang biokimia/kimia organik Prof DR H Ciptadi, tercatat beberapa nama tanaman yang sudah mengandung senyawa positif.
Seperti tanaman saluang belum (Lavanga sarmentosa (Blume) kurz), untuk obat kejantanan laki-laki, sayuran kalakai untuk menambah air susu ibu, tumbuhan sepang (Claoxylon polot men) obat diabetes, tumbuhan kamunah (Croton tiglium) untuk obat kontrasepsi, tanaman kalopahit atau sambung maut (famili Simarubaceae) untuk obat malaria.
Tanaman lain yang diteliti terbukti mengandung obat; mali-mali (famili Araliaceae) obat sesak napas, limau-limauan (famili Flacourtiaceae) obat ginjal, cawat hanoman atau akar rahwana (famili Papilonaceae) obat kuat dan sakit pinggang, ampelas bajang juga untuk sesak napas.
Beberapa tanaman di atas setelah dilakukan uji laboratorium terbukti positif mengandung steroid dan terpenoid, flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin.
Selain beberapa tanaman yang sudah dinyatakan mengandung obat-obatan itu, di Kalteng juga masih terdapat ratusan jenis lagi yang berpotensi sebagai obat yang masih memerlukan penelitian untuk memastikannya.
Tanaman yang berpotensi obat tersebut di antaranya yang disebut warga setempat dengan tanaman manggis hutan, sangeh, lali, tuntung uhat atau sambung urat, tambuhusan, katatupak atau katatiroi, kayu busi atau sisik saluang, paku bukit, suli, kayu kamal atau pupuk sutera.
Tanaman yang lain, raja mandak, lagundi, senggani, daun adewa, langise, muhur, kenyem, upak gemur, uru sambelum, bajakah kalalawit, kangkawang panas, kalapimping, bajakan kalayan, tatupak, dadap, teken perei, kalapap, karamunting, kayu mahamen, papar buwu, sagagentu, bawi hatue, kalabuau, kayu tungkun.
Tanaman kanarihau, uru handalai, kumis kucing, ginseng, uru pinding usu, uru karewan usu, uru lewu, terung kambing, mangkudu, kayu kajajah, kalalayar, kayu mata pusa bawi hatue, panamar gantung, mosai, songkai kayu, dan tanaman sapapitak.
Tanaman sarai, henda babilem, henda puti, singkur, henda, lai, sintuk, kayu amal, kalanis, bajakan kahabau, bajakan bahenda, sangkuang, tabalien, balawan puti, bahandang, sasenduk, jawau u”uut, kayu buri, tategar bawi hatue, utin, tupai bawi hatue, kayu bikit, tisik peang bawi, tisik peang hatuwe, uwe namei, daun dewa, uru handarai, uru mahamen, lengkuas, pasak bumi, tabat barito dan sebagainya.
Tanaman tersebut diduga berpotensi sebagai obat karena sering digunakan penduduk Suku Dayak Kalteng untuk pengobatan tradisional.
Sebagian penduduk Kalteng memang hidup terpencil, jauh dari jangkauan pengobatan modern, dalam usaha menjaga dan mempertahankan kesehatan mereka menggunakan obat tradisional yang diramu dari bahan alam dari tanaman tersebut.
Obat-obatan tradisional tersebut oleh penduduk setempat sering digunakan sebagai penyembuh penyakit kelamin, keluarga berencana, kekuatan jasmani, dan obat penyakit lainnya.
Untuk mengumpulkan tanaman obat di hutan gambut tropika Kalteng itu sekarang sedang diusulkan pembangunan sebuah kebun raya tanaman obat-obatan di Kota Palangkaraya, sebagai lokasi penelitian, lokasi pendidikan, dan lokasi ekowisata.
Oleh Hasan Zainuddin
Ramadhan, sebuah perubahan ataukah…..
14 September 2009 oleh KKB Admin 03
Pada Tulisan Pilihan Mingguan
Indahnya ramadhan bisa kita rasakan dimana dengan sambutan-sambutan yang hangat dari berbagai kalangan masyarakat, saat datangnya keindahan disaat berbuka, dan berbagai tempaan disaat sahur mewarnai ramadhan disetiap tahunnya, bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh rahmat dan bulan yang penuh maghfirah,,berkah bagi semua kalangan, contohnya saja bagi para pedagang, ini adalah sebuah keberkahan bagi mereka karena yang biasa penjualan mereka hanya setingkat mungkin dibulan ramadhan menjadi bertingkat-tingkat, bisa dilihat dari maraknya pasar kue (pasar wadai) yang bertebaran dimana-mana, tidak hanya dipasar bahkan disamping mesjid sekalipun sudah bisa kita jumpai sekarang ini, dan bahkan ironisnya lagi orang yang tidak biasa berjualan tetapi dibulan puasa ini mereka bahkan berjualan,
Sebuah potret kehidupan yang tidak bisa kita pandang dengan sebelah mata, yaitu juga yang mana bulan ramadhan dijadikan sebagai ajang hura-hura, atau dalam istilah remaja “yang penting happy” adalah waktu yang dijadikan mereka sebagai waktu sebagai pacaran yang paling tepat, banyak para remaja yang berdalih kepada orang tuanya ingin melaksanakan sholat tarawih tetapi apa yang terjadi selanjutnya, bukanlah sholat tarawih yang dilaksanakan tetapi waktu yang tepat buat pacaran, kumpul-kumpul sama teman-teman, main petasan hingga menyulitkan para aparat keamanan. Hal ini tidak hanya terjadi disaat waktu tarawih tetapi juga diwaktu pagi hari setelah shalat subuh, mereka bermain petasan, kebut-kebutan dijalan yang sering mengganggu pengguna jalan lainnya, bahkan kadang mereka berdalih “belum afdhol puasanya klo belum liat orang kebut-kebutan” yang kadang ikut meramaikan hal tersebut.
Kalau kita berkaca dari hal-hal tersebut maka sangat disayangkan sekali, dimana moment ramadhan yang hanya sebentar ini, moment terindah dan terbaik untuk mendekatkan diri kepada-Nya karena siang dan malam yang kita lewati sebagai waktu yang indah untuk beribadah, disiang kita berlapar-lapar untuk puasa kemudian dimalam harinya diisi dengan shalat tarawih berjamaah dilanjutkan dengan tadarusan, subuhnya diteruskan lagi dengan sahur, maka semua waktu yang kita punya bernilai ibadah, sehingga kembali kepada kita, apakah waktu yang telah kita lewatkan menjadi sebuah waktu yang bermakna ataukah hanya sia-sia belaka, dimana yang kebanyakan mereka yang sibuk dengan barang jualannya, karena malamnya untuk menyiapkan jualan buat esok hari dan siangnya berjualan dan bahkan ironisnya lagi banyak yang siang harinya hanya diisi dengan tidur-tiduran dan malamnya untuk jalan-jalan, sekedar menghabiskan bensin keliling kota. Inilah potret buruk dari masa-masa ramadhan yang kadang membuat diri kita merasa ramadhan datang dan pergi berlalu seakan tak memberi arti apa-apa yang tak berkesan kehadirannya.
Semua belum terlambat karena ramadhan masih diawal bulan, masih waktu yang segar untuk saatnya membersihkan jendela kehidupan, masih bisa membersihkan debu-debu yang menempel dikaca dan bisa kembali menjadikan kaca bening walaupun sulit mengembalikan seperti semula, inilah saatnya mengintrospeksi diri kita masing-masing, sudah sejauh mana kah ibadah yang lakukan, sudah juz berapakah ayat Al-Qur’an yang kita baca, dan sampai manakah kita menahan kesabaran kita dibulan yang penuh maghfirah ini….akankah semua yang kita lakukan sia-sia belaka, dimana banyak mereka yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga. Semua belum terlambat…Perubahan ada ditangan kalian sendiri…..Marilah kita tingkatkan amal ibadah kita untuk bersama-sama menggapai ridho-Nya.
Oleh Iezul
Pergantian Admin Milis KKB
Disampaikan kepada seluruh anggota Komunitas Kayuh Baimbai, terutama pengguna milis KKB, bahwa tak lama lagi akan dilakukan pergantian atau perubahan admin milis KKB. Namun sampai saat ini, masih belum ditentukan kepada siapa admin milis KKB selanjutnya akan diserahkan.
Pergantian ini utamanya didasarkan pada alasan teknis, yakni nomor yang selama ini digunakan sebagai admin milis KKB dengan sangat terpaksa akan dinonaktifkan. Karenanya, jika ada di antara rekan-rekan KKB yang bersedia menjadi admin untuk melanjutkan milis KKB diharapkan menyampaikan kesediaannya melalui form komentar di bawah ini.
Sangat diharapkan bahwa dalam waktu 1 (satu) minggu ke depan sudah ada rekan yang bersedia meneruskan menjadi admin milis KKB, untuk kemudian dilakukan perubahan admin milis dan penyelesaian masalah teknis yang mungkin ada.
Demikian disampaikan. Terima kasih.


