R.I.P. Gus…

30 December 2009 oleh KayuhBaimbai  
Pada Informasi Umum, Kayuh Baimbai

“Tidak boleh lagi ada pembedaan kepada setiap warga negara Indonesia berdasarkan agama, bahasa ibu, kebudayaan serta ideologi” – Gus Dur.

***

Komunitas Blogger Kalimantan Selatan – Kayuh Baimbai turut berduka cita atas wafatnya Presiden Indonesia ke-4 – Abdurrahman ad-Dakhil Wahid (Lahir 7 September 1940 – Wafat 30 Desember 2009).

Kami mengenangnya sebagai salah seorang pelopor demokrasi dan kebebasan berpendapat di negeri ini. Dua hal yang kami, blogger, menikmatinya sekarang dan juga akan terus memperjuangkannya hingga nanti.

Beberapa Hal Tentang Radar Blogger

14 December 2009 oleh KayuhBaimbai  
Pada Kayuh Baimbai

Sejak tanggal 8 November 2008, Komunitas Blogger Kalimantan Selatan Kayuh – Baimbai bekerja sama dengan Harian Radar Banjarmasin menerbitkan tulisan-tulisan pilihan dari para blogger anggota Kayuh Baimbai.

Setiap sabtu, posting anggota Kayuh Baimbai yang terpilih dapat dibaca di Radar Banjarmasin. Selain tulisan, halaman Blogger tersebut juga memuat info Kegiatan komunitas Kayuh Baimbai; review blog; dan Blog Clinic. Bagi anggota Kayuh Baimbai yang ingin menyumbangkan tulisannya (selain posting pilihan mingguan) dapat mengirimkannya melalui email. Sementara, posting pilihan mingguan ditentukan oleh Tim dari Radar Banjarmasin dan Kayuh Baimbai.

Beberapa pekan terakhir, Radar Blogger memang sempat tidak hadir, selain karena bertepatan dengan hari libur nasional, juga disebabkan faktor internal. Namun kerjasama ini tetap berlanjut.

Tanpa bermaksud membatasi kreatifitas dan kebebasan anggota Kayuh Baimbai, ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan demi kebaikan. Hal ini karena Radar Banjarmasin merupakan media profesional dan dibaca khalayak umum.

Karenanya, posting pilihan mingguan yang akan diterbitkan setiap sabtu adalah:
1. tulisan karya sendiri, bukan hasil copy-paste
2. menggunakan bahasa yang nyaman dibaca orang lain
3. menarik

Terima kasih untuk Harian Radar Banjarmasin atas kerjasamanya selama ini. Semoga kerjasama ini terus berlanjut dan berkembang.

jangan pikirkan apa yang kamu tulis, tapi tulislah apa yang kamu pikirkan…

Loksado—Long Journey to Beautiful place

14 December 2009 oleh KayuhBaimbai  
Pada Tulisan Pilihan Mingguan

Comments Off

Perjalanan yang mengesankan…

Keeksotisan Loksado entah mengapa selalu membekas di ingatanku. Padahalnya sebelumnya aku sudah dua kali melancong ke tempat ini. Mungkin karena panorama alamnya yang sungguh Indah, udaranya yang benar-benar fresh, dan suasananya yang menenangkan pikiran yang jenuh dengan kebisingan kota.

Perjalanan ke-3 ke Loksado kali ini, lebih menantang untukku. Bagaimana tidak,kami hanya berempat, cewek semua lagi dan cuma menggunakan kendaraan roda dua dimana jarak yang ditempuh kurang Lebih 100 KM dari Martapura – Kandangan.
Berangkat Jam 14:30 sampai di Kota Kandangan jam 16:00, kami mampir dulu ke tempat kakekku yang ada di desa Taniran (6 Km dr Kandangan). Istirahat sejenak, capcus berangkat lagi jam 17:00 menuju Loksado yang berjarak +/- 35 Km dr Kandangan..

Pada 10 Km pertama, jalannya lempeng namun pas sudah mulai memasuki daerah gunung, kuda ku mulai goyah jalannya, maklum enderbond level. Tak jarang motor ku jalannya nyandet-nyandet mau mundur. Sampai-sampai temanku yang dibonceng pengen turun buat dorong dari belakang. Tapi untunglah kami sampai dengan selamat di tujuan kira-kira jam 18:00. Kami berencana numpang menginap di salah satu rumah penduduk. dan beruntung kami diijinkan. jadilah kami tidur di Desa Malaris..

Ditulis oleh Laili

Diterbitkan di Radar Banjarmasin 12 Desember 2009

Baca tulisan selengkapnya

Visi dan Misi

14 December 2009 oleh Admin  
Pada Tulisan Pilihan Mingguan

Comments Off

Begitu sering kita mendengarnya, bahkan saking seringnya bikin mual dan muntah-muntah, begitu sering melihatnya terpampang di buku dan dinding perusahaan, mungkin melebihi sholat 5 waktu atau ibadah ke wihara dan gereja tapi tetap saja kita masih bingung bikin visi dan misi . Kenapa begitu sulitnya kita menentukan Visi dan Misi kita sendiri? apakah sejak kecil memang kita belum diajarkan? masih ingat ketika kakek kita yg sudah tua renta menanam bibit mangga madu dipekarangan rumah (atau bibit apa aja lah,…) kita protes buat apa Kek, khan 4-5 tahun lagi baru berbuah, sementara kakek mungkin nggak bakal sempat menikmatinya ( keburu almarhum jar). Kakek tadi tersenyum simpul : “..bibit ini memang kutanam untuk anak cucuku, agar kelak mereka ingat bahwa kakek dulu pernah menanamnya.”

Apa yg kita tangkap dari metafor diatas ? itulah Visi ( niat cita-cita agar anak cucu bisa menikmati mangga madu dalam jangka waktu yg lama) dan Misi ( aktivitas menanam mangga madu dengan kesabaran memupuk dan menanam merawat). begitu simpel ya…?

Kita sebenarnya setiap akhir bulan sering melakukan visi (ingin beli A dan B) , tapi begitu terima gaji bukan melakukan misi sesuai visi. terbalik. Misi ngalahin Visi. Visi tersingkir, Misi jadi raja. pokoknya belanja ini itu forget it A n B.

Ditulis oleh Rezaldo

Diterbitkan di Radar Banjarmasin 12 Desember 2009

Baca tulisan selengkapnya

Tentang Keadilan

14 December 2009 oleh KayuhBaimbai  
Pada Tulisan Pilihan Mingguan

Comments Off

Beberapa hari ini banyak sekali persoalan-persoalan yang menggonccang negeri ini, beberapa menyantuh hal kemanusiaan paling hakiki. contohnya saja menyangkut kebebasan berekspresi. Ini bukan sekedar nyumbang, koin terkumpul, dan masalah selesai. Harus ada keputusan yang tepat dan solusi yang efektif agar tidak ada prita-prita selajutnya. Bukankah merepotkan untuk mendukung korban lain dari ketidakadilan ini sedangkan kita terancam terkena kasus yang sama karena terlalu proaktif menentang ketidakadilan, aneh bukan?

Kalau kasus Bibit-Chandra presiden mau susah-susah mengeluarkan kepres misalnya, kenapa untuk kasus seperti ini beliau tidak mau ambil tindakan cepat. Lho ini kasus yang menguji seorang pemimpin dengan level yang sama menurut saya dengan kasus cicak-buaya. Di sini terlihat itikad baik pihak-pihak bersangkutan, apakah hendak mencari keadilan atau ada hal lain. Kasus prita adalah kasus kemanusian, masa orang berkirim e-mail di suruh bayar sebesar itu, saya jadi takut nulis e-mail dang ngeblog jadinya.

Ditulis oleh Awym

Diterbitkan di Radar Banjarmasin 12 Desember 2009

Baca tulisan selengkapnya

Next Page »