Kebahagiaan
14 December 2009 oleh KayuhBaimbai
Pada Tulisan Pilihan Mingguan
Seorang rekan, dengan gaya sinisnya yang khas, berdoa di Fesbuk.
“Tuhan… saya mohon jadikan saya manusia yang kebahagiaan dan kesedihannnya tidak tergantung pada manusia lain…”
Saya tertarik pada satu kata yang saya cetak tebal di atas: kebahagiaan.
Apa itu kebahagiaan? Bagaimana mendefinisikan kebahagiaan itu? Apa ciri orang bahagia? Parameter apa yang bisa kita gunakan untuk mengukur kebahagiaan?
Tiap orang mungkin akan berbeda dalam menjabarkan kebahagiaan menurut versi masing-masing. Ada yang mungkin mengidentikkan kebahagiaan dengan seberapa berlimpah materi yang dimiliki, ada yang dengan jabatan yang tinggi, dan bahkan ada yang dengan jumlah hati yang pernah disinggahi… Harta, tahta, wanita…
Saya tidak dalam posisi menganggap ada yang benar atau ada yang salah. Saya sendiri juga masih mencari kebahagiaan. Mungkin setiap orang hidup pun juga sama, mencari kebahagiaan. Tak heran kalau dalam ajaran agama pun ada janji-janji terkait surga. Bukan hal aneh kalau setiap perusahaan menargetkan margin keuntungan yang terus meningkat setiap tahun. Dan adalah lumrah kalau cerita, novel, film dan sinetron lebih banyak yang berakhir bahagia…
Yang saya herankan adalah, kenapa kebahagiaan harus ditaruh di bagian akhir? Bahkan pepatah lama mengatakan “bersakit-sakit dahulu, senang senang kemudian”! Bahwa kebahagiaan hanya bisa dicapai dengan perjuangan dan kerja keras, saya tidak menampik. Akan tetapi saya kok merasa tidak sreg kalau proses mengejar kebahagiaan itu harus dilalui pula dengan tidak bahagia.
Ditulis oleh Rahmad Hidayat
Diterbitkan di Radar Banjarmasin 12 Desember 2009
|
KOMUNITAS KAYUH BAIMBAI Komunitas Blogger Kalimantan Selatan |
![]() |




Komentar