Jurnalisme Warga
Akibat Hujan Kotabaru Terendam
Kayuhbaimbai.org, KOTABARU – Hujan deras di Kotabaru sempat membuat lalu lintas lumpuh total. Beberapa sekolah yang rawan kebanjiran pun memutuskan untuk memulangkan anak didiknya ke rumah. Melansir radarbanjarmasin.co.id, Hujan lebat yang terjadi selama beberapa jam, tepatnya dari sekitar pukul 04.00 dini hari hingga siang pukul 10.00 Wita, mengakibatkan Kabupaten Kotabaru mengalami lumpuh total selama beberapa jam, banjir terjadi Jumat (15/7).
Akibatnya, beberapa kawasan pemukiman di Kabupaten Kotabaru terendam banjir setinggi lutut orang dewasa, beberapa kawasan yang terendam diantaranya adalah Kelurahan Kotabaru Tengah, seperti Jl H Agus Salim, Sukmaraga, Fatmaraga, Bima serta beberapa kawasan di kelurahan tersebut. Serta beberapa ruas jalan dan pemukiman di Desa Dirgahayu serta beberapa desa lainnya.
Banjir kiriman tersebut membuat lalu lintas di Kotabaru lumpuh total selama beberapa jam, pasalnya banyak jalan utama yang terendam air hujan. Bahkan ratusan warga sibuk menyelamatkan perabotan rumah tangganya agar tidak ikut terendam banjir.
Beberapa sekolah yang rawan terhadap kebanjiran, oleh pihak pengelola siswa-siswanya dipulangkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, tingginya air di lingkungan sekolah juga menyebabkan terganggunya aktifitas belajar mengajar.
Selain itu, beberapa aktivitas perkantoran juga terganggu karena banjir ini, banyak PNS yang pulang ke rumahnya untuk mengamankan barang-barang terutama barang elektronik agar tidak terendam. Yang pulang, juga banyak pejabat yang tidak masuk kantor karena tertahan banjir di jalan.
“Banjir seperti ini sudah beberapa kali terjadi, apabila hujan lebat berlangsung selama beberapa jam, air kiriman dari gunung pasti langsung akan merendam perumahan di kawasan kami ini. Kami berharap agar pemerintah kabupaten bisa segera mengatasi masalah ini secepatnya,” ujar Madi, warga kelurahan Kotabaru Tengah.
Dari keterangan beberapa orang warga, air sungai mulai naik sekitar pukul 09.00 Wita, dan air dengan cepat meninggi hingga merendam puluhan bahkan ratusan rumah terutama yang berada di bantaran sungai.
Karena sudah menjadi langganan terendam banjir saat hujan turun, warga mendesak pemerintah agar bisa mencarikan solusi untuk mencegah terulangnya kondisi ini sebelum menimbulkan korban jiwa. Selama ini warga harus menanggung kerugian karena banyak harta benda yang mengalami kerusakan.
Terpisah, salah satu LSM di Kotabaru Noor Ifansyah mengatakan, banjir yang kerap terjadi di Kotabaru ini karena tidak lancarnya saluran air, sehingga air dengan cepat masuk ke pemukiman warga. Yang lebih utama adalah kurangnya perhatian terhadap kawasan tangkapan air di Gunung Sebatung.
“Selama ini yang terjadi adalah pendangkalan dan penyempitan aliran sungai, kurangnya drainase untuk pembuangan air, serta ditambah kurangnya perhatian terhadap hutan bagian gunung Sebatung,” ujarnya.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Iqbal Yudiannor, mengungkapkan banjir yang terjadi Kotabaru tersebut sudah hampir tiap tahun terjadi, dan untuk itu perlu dilakukan penanganan yang serius agar masyarakat tidak menderita lagi nantinya.
“Sebagai orang Kotabaru saya merasa prihatin dengan kondisi seperti ini, dan kami DPRD Provinsi akan berusaha membantu mengatasi masalah ini, dan menunggu rencana dari Pemkab Kotabaru untuk mengusulkan rencana penanggulangannya” ujarnya kepada Radar Banjarmasin.
Karena, lanjutnya untuk mengatasi masalah tersebut tidak mudah dan diperlukan banyak dana dalam prosesnya, seperti pembuatan saluran drainase yang besar sehingga arus air lancar ke laut.
“Selain itu untuk pembebasan rumah mungkin terpaksa dilakukan untuk melaksanakan rencana tersebut dan ini akan memerlukan dana yang besar, untuk itu kami di DPRD siap membantu, bahkan untuk membawa masalah ini ke pusat,” lanjutnya.
Iqbal juga mendukung sekali jika adanya bendungan yang dibuat untuk mencegah terjadinya banjir serta airnya dapat dimanfaatkan untuk musim kemarau sehingga warga tidak akan lagi mengalami kekurangan air bersih. []
Tagged Kotabaru banjir







Said Abdullah16/07/2011 at 19:46
Banjir karena wilayah yang dianggap KOTA oleh masyarakat kotabaru itu hanya 5 kilometer saja, sedangkan orang berbondong2 pindah ketempat yang mereka sebut KOTA itu untuk membangun rumah. sehingga tempat yang mereka anggap KOTA itu sekarang sudah terlihat sangat kumuh tidak teratur karena banyaknya bangunan yang tidak beraturan. dan BO*OHnya pemerintah juga menggalakkan untuk memajukan KOTA yang 5 KM itu dengan melupakan wilayah Kotabaru yang masih sangat luas, sekolah dibangung berpuluh puluh buah hanya disekitar 5 KM itu saja padahal mereka yang bersekolah lebih banyak dari kalangan masyarakat diluar 5 KM itu. Bagaimana bisa maju, dan terus saja Kotabaru banjir sebelum ada pembenahan.