Jurnalisme Warga
Asyiknya Becak Wisata Banjarbaru
Kayuhbaimbai.org, BANJARBARU – Dalam beberapa hari ini, jika anda melintasi kawasan lapangan Murjani Banjarbaru, maka terlihat pemandangan yang menarik. Ada dua sepeda yang digandeng menjadi satu dan ada pula mirip mobil dengan pernak-pernik lampu mirip odong-odong.
Namanya, Supardi. Beliau adalah pemilik usaha becak wisata yang baru saja dilakoninya seminggu terakhir ini. Supardi mengaku inspirasi pembuatan becak wisata setelah menonton televisi yang meliput tentang ramainya becak wisata di Yogyakarta.
Untuk memastikan bentuk dan rancangannya, akhirnya Supardi berangkat ke Yogyakarta menemui para pelaku usaha becak wisata. Setelah itu ia kembali ke Banjarbaru dan mempersiapkan semua bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan becak wisata.
“Semua bahan dan pembuatan di Banjarbaru,” ujar Supardi sambil mengeluhkan jika becak wisata harus dikirim dari Yogyakarta. “Biaya pembuatan dan ongkos kirimnya mahal,” imbuh Supardi saat ditemui Kayuhbaimbai.org di kawasan Lapangan Murjani (24/12/2011).
Supardi mengaku ingin serius menggeluti usaha ini karena becak wisata terbilang ramah lingkungan. Ia pun kemudian mendatangi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarbaru untuk meminta ijin mengembangkan Becak Wisata di kawasan lapangan Murjani. Gayung bersambut, niatnya itu mendapat dukungan.
Agar terkesan tidak monoton, Supardi juga merangkai dua sepeda menjadi satu. Para pengguna jasa bisa memilih becak wisata yang didesain ala mobil atau sepeda tersebut untuk mengelilingi lapangan Murjani.
Becak wisata ala mobil itu sendiri dikenai tarif Rp20.000 untuk dua kali putaran dengan kapasitas 4 penumpang. Untuk sepeda, Rp.10.000 untuk dua kali putaran dengan kapasitas 2 pengendara.
Sampai sekarang, becak wisata yang dikelola oleh Supardi baru 4 unit. Meski terbilang sederhana, ada beberapa kendala yang menyulitkan dalam proses pembuatan dan bahan. Itu terjadi karena Becak Wisata menggunakan rangkaian bahan yang biasa digunakan untuk mobil. Mengenai minat masyarakat Banjarbaru sendiri, Supardi belum berani berkomentar banyak.
“Kita baru saja mulai dan masih dalam tahap uji coba mengembangkan agar becak wisata tampil menarik agar digemari masyarakat Banjarbaru,” ungkap Supardi yang tinggal di Jl. RP. Soeparto, Banjarbaru kepada Kayuhbaimbai.org. []
Tagged Banjarbaru, Becak Wisata Banjarbaru







