Kayuh Baimbai

Komunitas Blogger Kalimantan Selatan

Jurnalisme Warga

Asyiknya Becak Wisata Banjarbaru

26/12/2011 by hariesaja in Banjarbaru with 0 Comments

Kayuhbaimbai.org, BANJARBARUDalam beberapa hari ini, jika anda melintasi kawasan lapangan Murjani Banjarbaru, maka terlihat pemandangan yang menarik. Ada dua sepeda yang digandeng menjadi satu dan ada pula mirip mobil dengan pernak-pernik lampu mirip odong-odong.

Namanya, Supardi. Beliau adalah pemilik usaha becak wisata yang baru saja dilakoninya seminggu terakhir ini. Supardi mengaku inspirasi pembuatan becak wisata setelah menonton televisi yang meliput tentang ramainya becak wisata di Yogyakarta.

Untuk memastikan bentuk dan rancangannya, akhirnya Supardi berangkat ke Yogyakarta menemui para pelaku usaha becak wisata. Setelah itu ia kembali ke Banjarbaru dan mempersiapkan semua bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan becak wisata.

“Semua bahan dan pembuatan di Banjarbaru,” ujar Supardi sambil mengeluhkan jika becak wisata harus dikirim dari Yogyakarta. “Biaya pembuatan dan ongkos kirimnya mahal,” imbuh Supardi saat ditemui Kayuhbaimbai.org di kawasan Lapangan Murjani (24/12/2011).

becak wisata banjarbaru

Supardi mengaku ingin serius menggeluti usaha ini karena becak wisata terbilang ramah lingkungan. Ia pun kemudian mendatangi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarbaru untuk meminta ijin mengembangkan Becak Wisata di kawasan lapangan Murjani. Gayung bersambut, niatnya itu mendapat dukungan.

Agar terkesan tidak monoton, Supardi juga merangkai dua sepeda menjadi satu. Para pengguna jasa bisa memilih becak wisata yang didesain ala mobil atau sepeda tersebut untuk mengelilingi lapangan Murjani.

Becak wisata ala mobil itu sendiri dikenai tarif Rp20.000 untuk dua kali putaran dengan kapasitas 4 penumpang. Untuk sepeda, Rp.10.000 untuk dua kali putaran dengan kapasitas 2 pengendara.

Sampai sekarang, becak wisata yang dikelola oleh Supardi baru 4 unit. Meski terbilang sederhana, ada beberapa kendala yang menyulitkan dalam proses pembuatan dan bahan. Itu terjadi karena Becak Wisata menggunakan rangkaian bahan yang biasa digunakan untuk mobil. Mengenai minat masyarakat Banjarbaru sendiri, Supardi belum berani berkomentar banyak.

“Kita baru saja mulai dan masih dalam tahap uji coba mengembangkan agar becak wisata tampil menarik agar digemari masyarakat Banjarbaru,” ungkap Supardi yang tinggal di Jl. RP. Soeparto, Banjarbaru kepada Kayuhbaimbai.org. []

Tagged ,

About hariesaja

hanya seorang blogger biasa

View all posts by hariesaja →

Related Posts

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


Kayuhbaimbai.org merupakan komunitas blogger Kalimantan Selatan. Dibentuk tahun 20 Januari 2008 dengan mengusung semangat memajukan perkembangan dunia informasi di Kalsel.
::.Arsip::.
  • Video Channel

      Menyusuri Sejarah Kincir Angin Comet Banjarbaru
      Ustadz M. Nur Maulana di Masjid Jami' Hidayatul Muhajirin Kota Banjarbaru
      Pasca Banjir di Banjarbaru.mp4
      Musyawarah Seni (Musen) Dewan Kesenian Banjarbaru
      Tari Baksa Kembang
      Pos Polisi Banjarbaru Terbakar.AVI

  • Foto Channel