<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kayuh Baimbai &#187; hariesaja</title>
	<atom:link href="http://kayuhbaimbai.org/author/hariesaja/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kayuhbaimbai.org</link>
	<description>Komunitas Blogger Kalimantan Selatan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 May 2012 16:58:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Jurnalisme Warga, Hobi, Idealisme dan Keikhlasan</title>
		<link>http://kayuhbaimbai.org/jurnalisme-warga-hobi-idealisme-dan-keikhlasan.php</link>
		<comments>http://kayuhbaimbai.org/jurnalisme-warga-hobi-idealisme-dan-keikhlasan.php#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 May 2012 04:59:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariesaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[jurnalisme warga]]></category>
		<category><![CDATA[media mainstream]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kayuhbaimbai.org/?p=3664</guid>
		<description><![CDATA[Kayuhbaimbai.org, OPINI &#8211; (Men)jurnalis(kan) warga memang tidak gampang. Memberikan pemahaman terhadap warga untuk ikut terlibat dalam praktek jurnalistik, memang bukan perkara mudah. Sebaliknya, mereka yang telah memetik makna penting di balik aktifitas jurnalisme warga, bukan berarti semuanya tanpa hambatan. Jurnalisme Warga, Menulis dan Demokrasi Aktifitas Jurnalisme Warga memberikan dampak penting bagi kehidupan berdemokrasi. Sehari-hari kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://kayuhbaimbai.org/jurnalisme-warga-hobi-idealisme-dan-keikhlasan.php/jurnalisme-warga-internet" rel="attachment wp-att-3756"><img class="size-medium wp-image-3756 alignleft" title="jurnalisme warga internet" src="http://kayuhbaimbai.org/wp-content/uploads/jurnalisme-warga-internet-284x190.jpg" alt="jurnalisme warga internet" width="284" height="190" /></a>Kayuhbaimbai.org, OPINI</strong> &#8211; (Men)jurnalis(kan) warga memang tidak gampang. Memberikan pemahaman terhadap warga untuk ikut terlibat dalam praktek jurnalistik, memang bukan perkara mudah. Sebaliknya, mereka yang telah memetik makna penting di balik aktifitas jurnalisme warga, bukan berarti semuanya tanpa hambatan.</p>
<p><strong>Jurnalisme Warga, Menulis dan Demokrasi</strong></p>
<p>Aktifitas Jurnalisme Warga memberikan dampak penting bagi kehidupan berdemokrasi. Sehari-hari kita banyak menemui hal-hal &#8211; yang mungkin &#8211; tidak layak, aneh, keliru bahkan ganjil. Siapa yang akan mengabarkan hal itu dengan baik? Alih-alih semua itu demi kepentingan warga sendiri! <span id="more-3664"></span></p>
<blockquote><p>Saya jadi teringat bagaimana ketika dulu masih kecil, masih suka bermain lumpur dan pasir. Kecintaan saya terhadap dunia tulis-menulis memang tidak pernah diajarkan dengan baik oleh lingkungan, baik di rumah, kawan sepermainan, bahkan di sekolah pun &#8211; meski ada pelajaran mengarang &#8211; itu pun sepintas lalu diajarkan.</p></blockquote>
<p>Praktek Jurnalisme Warga &#8211; apapun kemudian sebutannya &#8211; kembali berpulang kepada minat dan kemampuan seseorang terhadap dunia tulis-menulis. Penting atau tidak penting, Jurnalisme Warga kembali pada pemahaman masing-masing, tapi itu nomor sekian. Nomor pertama adalah, mau tidak menuliskannya. Memang sulit melakukannya apalagi disiplin kegemaran dalam dunia tulis-menulis memang tidak pernah singgah dalam tubuh kita. Namun saya rasa, hanya sedikit orang yang beruntung mendapatkan disiplin menulis sejak kecil. Sisanya, adalah mereka  yang kemudian menemukan minatnya ketika dewasa lalu berupaya mengekpresikannya.</p>
<blockquote><p>Seandainya boleh kembali bertanya, apakah publikasi media masa mainstream bisa dipercaya 100% berniat menuju demokrasi yang utuh, berpihak kepada warga (bukan kekuasaan)? Saya rasa itu tidak perlu dijawab. Saya akan tetap memahami bahwa, media masa mainstream adalah murni bisnis (profit oriented). Meski demikian, saya tidak meragukan bahwa media masa mainstream telah bekerja secara profesional. Hanya saja, benarkah profesionalitas mereka demi keadilan bagi warga?</p></blockquote>
<p>Pertanyaan di atas tidak adil jika melihat perkembangan dunia internet sekarang. Kesadaran pentingnya publisitas internet saat ini mulai meningkat. Tidak saja dari kalangan pelaku usaha, bisnis, korporasi tapi juga para politikus dan para pendukungnya. Kabar-kabar bersimpang-siuran. Tak ada yang menjamin suara-suara di internet &#8216;aman&#8217;. Meski demikian, setidaknya proses demokrasi sudah berlangsung. Informasi tidak berhenti begitu saja di tangan para pebisnis media mainstream. Soal idealisme, kebenaran, dan keberpihakan, itu kembali kepada kita saat mencernanya &#8211; melakukan proses pembacaan dan pemaknaan ulang lalu membandingkan kenyataannya di lapangan.</p>
<p>Warga yang pandai menulis, pandai mengabarkan, sadar tak hanya sebagai pengkonsumsi berita sangatlah diperlukan. Untuk apa? Selain menyampaikan aspirasi, tentunya dapat menjadi bahan pembanding sekaligus pelengkap informasi yang kadang kala dianggap tidak  penting &#8211; tidak layak bahkan juga sebagai bentuk klarifikasi atas berita di media mainstream.</p>
<p><strong>Jurnalisme Warga Menuntut Keikhlasan Tingkat Tinggi</strong></p>
<p>Jika anda bekerja, maka anda akan dibayar. Berbeda dengan aktifitas Jurnalisme Warga. Ini semacam hobi yang bangkit dari sisa-sisa idealisme dan dilakukan dengan upah kepuasan. Puas karena telah menulis. Puas karena telah berbuat sesuatu demi kebaikan bersama, puas karena telah mengabarkan sesuatu yang memang seharusnya menjadi konsumsi publik. Bagi saya, kepuasan semacam itu tidak akan pernah bisa tergantikan dengan sejumlah materi.</p>
<p>Kepuasan terhadap materi tidak akan pernah habis. Tapi sebaliknya, kepuasan bathin adalah &#8216;obat&#8217; bagi hati dan pikiran ketika mengetahui sebuah kebaikan, kebenaran, kenyataan telah melenceng jauh. Saat itulah, kesadaran untuk berbuat sesuatu memberikan nilai tersendiri, walau hanya lewat tulisan. []
<div class="ba_user_rank"><span class="user_login">hariesaja<span><br/><span class="user_points"><small>680</small></span><br /><span class="user_title">BERDASARKAN JUMLAH TULISAN DAN KOMEN SUDAH TERMASUK STANDAR WARGA KKB</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kayuhbaimbai.org/jurnalisme-warga-hobi-idealisme-dan-keikhlasan.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kalsel Open Body Contest 2012</title>
		<link>http://kayuhbaimbai.org/kalsel-open-body-contest-2012.php</link>
		<comments>http://kayuhbaimbai.org/kalsel-open-body-contest-2012.php#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 May 2012 19:25:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariesaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Kalsel Open Body Contest]]></category>
		<category><![CDATA[mingguraya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kayuhbaimbai.org/?p=3744</guid>
		<description><![CDATA[KAYUHBAIMBAI.ORG, BANJARBARU &#8211; Puluhan lelaki berotot tampak berkerumun di Taman Air Mancur Banjarbaru. Tampak beberapa di antara mereka sedang melakukan pemanasan.  Ketika salah seseorang memanggil beberapa nomor peserta, para lelaki berotot tadi pun satu-persatu mulai membuka kaos yang mereka kenakan. Para penonton mulai tidak sabar menyaksikan aksi para peserta Kalsel Open Body Contes 2012 yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://kayuhbaimbai.org/kalsel-open-body-contest-2012.php/kalsel-open-body-contest-2012-2" rel="attachment wp-att-3745"><img class="alignleft size-full wp-image-3745" title="Kalsel-Open-Body-Contest-2012" src="http://kayuhbaimbai.org/wp-content/uploads/Kalsel-Open-Body-Contest-2012.jpg" alt="Kalsel-Open-Body-Contest-2012 Banjarbaru" width="400" height="300" /></a>KAYUHBAIMBAI.ORG, BANJARBARU</strong> &#8211; Puluhan lelaki berotot tampak berkerumun di Taman Air Mancur <a title="Banjarbaru" href="http://kayuhbaimbai.org/category/jurnalisme-warga/banjarbaru" target="_blank">Banjarbaru</a>. Tampak beberapa di antara mereka sedang melakukan pemanasan.  Ketika salah seseorang memanggil beberapa nomor peserta, para lelaki berotot tadi pun satu-persatu mulai membuka kaos yang mereka kenakan.</p>
<p>Para penonton mulai tidak sabar menyaksikan aksi para peserta Kalsel Open Body Contes 2012 yang dilaksanakan pada 19/5/2012. Waktu terus berlalu, ratusan pasang mata memandang ke arah peserta yang memperagakan beberapa gerakan yang membuat otot-otot tubuh mereka mengejang.<span id="more-3744"></span></p>
<p>Di bawah tenda menghadap pujasera Mingguraya Banjarbaru, pada sore hari yang mendung, para peserta Kalsel Open Body Contest 2012  telah memasuki babak semi final. Seperti yang dijadwalkan, acara akan dilanjutkan pada malam harinya. []
<div class="ba_user_rank"><span class="user_login">hariesaja<span><br/><span class="user_points"><small>680</small></span><br /><span class="user_title">BERDASARKAN JUMLAH TULISAN DAN KOMEN SUDAH TERMASUK STANDAR WARGA KKB</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kayuhbaimbai.org/kalsel-open-body-contest-2012.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FLS2N Kalsel 2012 Dikeluhkan</title>
		<link>http://kayuhbaimbai.org/fls2n-kalsel-2012-dikeluhkan.php</link>
		<comments>http://kayuhbaimbai.org/fls2n-kalsel-2012-dikeluhkan.php#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 May 2012 18:33:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariesaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalisme Warga]]></category>
		<category><![CDATA[FLS2N 2012 Kalsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kayuhbaimbai.org/?p=3739</guid>
		<description><![CDATA[KAYUHBAIMBAI.ORG,  KALSEL - Sejumlah kalangan mengeluhkan pelaksanaan FLS2N 2012 Kalsel. Sebut saja Maidi, seorang tenaga pengajar di SMP Darul Hijrah Putra. Kepada Kayuhbaimbai.org ia mengeluhkan pelaksanaan FLS2N tahun ini (2012, red) sangat mengecewakan. Kekecewaan itu timbul akibat Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar tidak memberikan informasi tentang pelaksanaan FLS2N 2012. “Tahun sebelumnya tiap-tiap sekolah mendapat surat pemberitahuan untuk pelaksanaan FLS2N tingkat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://kayuhbaimbai.org"><img class="alignleft" title="FLS2N 2012 Kalsel" src="http://dl.dropbox.com/u/79869411/fls2n%202012.jpg" alt="FLS2N 2012 Kalsel" width="238" height="156" /></a>KAYUHBAIMBAI.ORG,  KALSEL</strong> - Sejumlah kalangan mengeluhkan pelaksanaan <strong>FLS2N 2012 Kalsel</strong>. Sebut saja Maidi, seorang tenaga pengajar di SMP Darul Hijrah Putra. Kepada <a title="Jurnalisme Warga Blogger Kalsel" href="http://kayuhbaimbai.org" target="_blank">Kayuhbaimbai.org</a> ia mengeluhkan pelaksanaan FLS2N tahun ini (2012, red) sangat mengecewakan. Kekecewaan itu timbul akibat Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar tidak memberikan informasi tentang pelaksanaan FLS2N 2012.</p>
<p>“Tahun sebelumnya tiap-tiap sekolah mendapat surat pemberitahuan untuk pelaksanaan FLS2N tingkat kabupaten/kota. Namun tahun ini justru tidak diberitahukan oleh pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar,” ungkap Maidi via telpon, 19/5/2012.<img title="More..." src="http://kayuhbaimbai.org/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /></p>
<p>Lebih lanjut Maidi menceritakan bahwa ia telah berinisiatif mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar untuk mendapatkan kejelasan. Tapi justru jawaban yang diberikan tidak pasti, bahkan terkesan bahwa Kabupaten Banjar tidak melaksanakan FLS2N.<span id="more-3739"></span></p>
<p>Kekecewaan Maidi cukup beralasan. Tahun lalu (2011), salah seorang murid Darul Hijrah Putra mewakili Kalsel dan berhasil memenangkan juara 1 lomba tulis cerita pendek (cerpen) FLS2N tingkat nasional. Untuk tahun ini, ia mengaku sudah mempersiapkan anak didiknya untuk mengikuti kembali lomba FLSN 2012.</p>
<p>Harapan Maidi kandas untuk mempertahankan gelar juara, nama baik sekolah dan Kalsel  karena ternyata FLS2N Kalsel tingkat provinsi telah dilaksanakan di Banjarmasin (18/5/2012).</p>
<p>Di lain pihak, keluhan disampaikan pula oleh Gonzales, salah seorang tenaga pengajar asal Kotabaru. Kepada Kayuhbaimbai.org ia menceritakan bahwa telah mendapatkan informasi nama-nama dewan juri cerpen. Gonzales meragukan para juri dapat bekerja secara profesional. Pasalnya para juri adalah dari kalangan pekerja teater, bukan kritikus sastra, atau penulis cerpen.</p>
<p>“Saya sangsi tahun ini Kalsel bisa mempertahankan juara 1 lomba cerpen FLS2N tingkat nasional dengan komposisi  juri yang ada. Berkaca tahun lalu, para juri memang datang dari penulis cerpen, dan hasilnya juri tahun lalu memutuskan juara yang tepat dan berhasil menang di tingkat nasional,” ungkapnya saat ditemui Kayuhbaimbai.org di pujasera Mingguraya Banjarbaru (18/5/2012).</p>
<p>Untuk pelaksanaan FLS2N 2012 kabupaten dan kota sendiri, di kota Banjarbaru juga sempat menjadi bahan perbincangan para kalangan pengamat dan pemerhati sastra Banjarbaru. Sesuatu yang dinilai ganjil adalah kota Banjarbaru tidak melaksanakan FLS2N, dan hanya menunjuk langsung salah satu sekolah untuk berlomba di tingkat provinsi.</p>
<p>Padahal jika mau ditelusuri, banyak generasi muda di kalangan pelajar Banjarbaru yang berbakat dibidang sastra. Selain publikasi mereka juga perlu penyaluran bakat melalui ajang kompetisi. Salah satu yang bergengsi ialah FLS2N. Karena Banjarbaru tidak melaksanakan, hanya penunjukan langsung kepada pihak sekolah, maka kesempatan mereka pun akhirnya pupus. []</p>
<p><strong><a href="http://kayuhbaimbai.org"><br />
</a></strong>
<div class="ba_user_rank"><span class="user_login">hariesaja<span><br/><span class="user_points"><small>680</small></span><br /><span class="user_title">BERDASARKAN JUMLAH TULISAN DAN KOMEN SUDAH TERMASUK STANDAR WARGA KKB</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kayuhbaimbai.org/fls2n-kalsel-2012-dikeluhkan.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jurnalisme Warga 5W + 1H +1S</title>
		<link>http://kayuhbaimbai.org/jurnalisme-warga-5w-1h-1s.php</link>
		<comments>http://kayuhbaimbai.org/jurnalisme-warga-5w-1h-1s.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 May 2012 05:11:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariesaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalisme Warga]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Kayuh Baimbai]]></category>
		<category><![CDATA[jurnalisme warga]]></category>
		<category><![CDATA[Pewarta Warga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kayuhbaimbai.org/?p=3570</guid>
		<description><![CDATA[Kayuhbaimbai.org &#8211; Aktifitas penulisan dalam jurnalistik memiliki aturan baku yang dikenal dengan istilah 5W + 1 H. Lantas bagaimana dengan aktifitas Jurnalisme Warga alias Pewarta Warga? Jika mengacu pada buku berjudul Pewarta Warga, unsur-unsur berita ditulis dengan rumus 5 W + 1 H + 1 S. Apa itu? What, Who, When, Where, Why, How dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://kayuhbaimbai.org/wp-content/uploads/2012/05/jurnalisme-warga.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-3571" title="jurnalisme-warga" src="http://kayuhbaimbai.org/wp-content/uploads/2012/05/jurnalisme-warga.gif" alt="jurnalisme-warga" width="300" height="166" /></a>Kayuhbaimbai.org</strong> &#8211; Aktifitas penulisan dalam jurnalistik memiliki aturan baku yang dikenal dengan istilah 5W + 1 H. Lantas bagaimana dengan aktifitas <strong>Jurnalisme Warga</strong> alias <strong>Pewarta Warga</strong>? Jika mengacu pada buku berjudul <a title="Pewarta Warga" href="http://kayuhbaimbai.org/buku-untuk-pewarta-warga.php" target="_blank"><strong>Pewarta Warga</strong></a>, unsur-unsur berita ditulis dengan rumus 5 W + 1 H + 1 S. Apa itu?<span id="more-3570"></span></p>
<blockquote>
<h3 style="text-align: center;"><em><strong>What, Who, When, Where, Why, How dan Solusi</strong></em></h3>
</blockquote>
<p>Ada penambahan &#8216;Solusi&#8217; dalam menulis sebagai penggiat Jurnalisme Warga. Seperti yang tertulis di dalam bukunya, unsur solusi atau jalan keluar penting untuk diperhatikan. Dengan kata lain, Jurnalisme Warga tidak hanya mengabarkan suatu peristiwa atau kejadian namun juga mencarikan jalan keluar (solusi) yang berpihak kepada warga.</p>
<p>Mencermati uraian di atas, boleh dibilang aktifitas Jurnalisme Warga adalah <em>the other eyes</em> dari warga untuk Warga. Pemaknaan istilah Warga bermaksud jamak. Keberpihakan terhadap warga sendiri masih bisa ditelusuri secara mendalam. Di sinilah diharapkan peran aktifis Pewarta Warga untuk mencermati secara mendalam tentang sesuatu yang terjadi. []
<div class="ba_user_rank"><span class="user_login">hariesaja<span><br/><span class="user_points"><small>680</small></span><br /><span class="user_title">BERDASARKAN JUMLAH TULISAN DAN KOMEN SUDAH TERMASUK STANDAR WARGA KKB</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kayuhbaimbai.org/jurnalisme-warga-5w-1h-1s.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harga Baru Ganti Rugi Lahan Bandara Syamsudin Noor</title>
		<link>http://kayuhbaimbai.org/harga-baru-ganti-rugi-lahan-bandara-syamsudin-noor.php</link>
		<comments>http://kayuhbaimbai.org/harga-baru-ganti-rugi-lahan-bandara-syamsudin-noor.php#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Mar 2012 19:10:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariesaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalisme Warga]]></category>
		<category><![CDATA[ganti rugi lahan Bandara Syamsudin Noor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kayuhbaimbai.org/?p=3539</guid>
		<description><![CDATA[Kayuhbaimbai.org, BANJARBARU &#8211; Jika sebelumnya rapat negoisasi harga ganti rugi lahan Bandara belum tercapai kesepakatan soal harga, maka Tim Pembebasan Lahan Bandara Syamsudin Noor kembali melaksanakan pertemuan dengan para warga yang lahannya terkena rencana perluasan Bandara di aula Pemko Banjarbaru (Sabtu, 31 Maret 2012). Dalam pertemuan kali ini Tim Pembebasan Lahan Bandara Syamsudin Noor menawarkan kenaikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Kayuhbaimbai.org, BANJARBARU</strong> &#8211; Jika sebelumnya<a title="Rapat Negoisasi Harga Ganti Rugi Lahan Bandara Syamsudin Noor" href="http://kayuhbaimbai.org/rapat-negoisasi-harga-pembebasan-lahan-bandara-syamsudin-noor.php" target="_blank"> rapat negoisasi harga ganti rugi lahan Bandara</a> belum tercapai kesepakatan soal harga, maka Tim Pembebasan Lahan Bandara Syamsudin Noor kembali melaksanakan pertemuan dengan para warga yang lahannya terkena rencana perluasan Bandara di aula Pemko Banjarbaru (Sabtu, 31 Maret 2012).</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam pertemuan kali ini Tim Pembebasan Lahan Bandara Syamsudin Noor menawarkan kenaikan harga dari yang ditawarkan sebelumnya. Yakni untuk lahan kosong dan kebun Rp.255 ribu/meter, Rp.340 Ribu untuk tanah perumahan dan  untuk tanah pemukiman Rp.275 Ribu.<span id="more-3539"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Ketua Tim Pembebasan Lahan Bandara Syamsudin Noor, Syahriani Syahran mengatakan bahwa harga baru tersebut melebihi ketetapan pagu anggaran yang disiapkan PT. Angkasa Pura yang besaran nilainya Rp.290 Miliar.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski harga baru yang ditawarkan sudah mengalami kenaikan, tidak semua warga langsung setuju. Terbukti masih ada warga yang enggan menandatangani lembar pendaftaran. Namun bagi warga yang telah sepakat dengan harga baru, maka Syahriani menargetkan dalam beberapa minggu ke depan dana sudah bisa dicairkan, setelah melalui proses verifikasi tentunya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Akan kita lakukan verifikasi dengan melihat sertifikat, sporadik dan hal-hal lain sebagai bukti keabsahan kepemilikan tanah,&#8221; ungkap Syahriani.[]</p>
<div class="ba_user_rank"><span class="user_login">hariesaja<span><br/><span class="user_points"><small>680</small></span><br /><span class="user_title">BERDASARKAN JUMLAH TULISAN DAN KOMEN SUDAH TERMASUK STANDAR WARGA KKB</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kayuhbaimbai.org/harga-baru-ganti-rugi-lahan-bandara-syamsudin-noor.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lapor, Listrik Kalsel Sering Padam Lagi!</title>
		<link>http://kayuhbaimbai.org/lapor-listrik-kalsel-sering-padam-lagi.php</link>
		<comments>http://kayuhbaimbai.org/lapor-listrik-kalsel-sering-padam-lagi.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Mar 2012 15:28:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariesaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[PLN Kalselteng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kayuhbaimbai.org/?p=3529</guid>
		<description><![CDATA[Kayuhbaimbai.org, BANJARBARU &#8211; Di tengah kegalauan naiknya harga BBM, PLN Kalselteng justru menambah &#8216;penderitaan&#8217; kepada masyarakat Kalsel. Sudah sepekan ini listrik di wilayah kota Banjarbaru mengalami pemadaman bergilir. Saat informasi ini ditulis, pemadaman bergilir baru saja selesai selama 5 jam. Entah apa penyebab listrik mengalami pemadaman bergilir. Terlepas itu semua, PLN Kalselteng tampaknya memang tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://kayuhbaimbai.org/wp-content/uploads/2012/03/listrik-kalsel-padam.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3530" title="listrik-kalsel-padam" src="http://kayuhbaimbai.org/wp-content/uploads/2012/03/listrik-kalsel-padam.jpg" alt="listrik-kalsel-padam" width="250" height="159" /></a>Kayuhbaimbai.org, BANJARBARU</strong> &#8211; Di tengah kegalauan naiknya harga BBM, <strong>PLN Kalselteng</strong> justru menambah &#8216;penderitaan&#8217; kepada masyarakat Kalsel. Sudah sepekan ini listrik di wilayah kota Banjarbaru mengalami pemadaman bergilir. Saat informasi ini ditulis, pemadaman bergilir baru saja selesai selama 5 jam.</p>
<p style="text-align: justify;">Entah apa penyebab listrik mengalami pemadaman bergilir. Terlepas itu semua, PLN Kalselteng tampaknya memang tidak mampu membuktikan kepada masyarakat Kalsel bahwa PLN Kalselteng serius menangani penyebab pemadaman listrik di wilayah Kalimantan Selatan. <span id="more-3529"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai konsumen, amatlah wajar jika suara-suara semacam ini timbul ke permukaan. Bukankah konsumen berhak menanyakan, bahkan komplain jika haknya dilanggar? Mereka bayar!</p>
<p style="text-align: justify;">Kapan kondisi listrik di Kalsel bisa stabil dan tidak selalu mengalami pemadaman? Pertanyaan di atas adalah pertanyaan tak bertuan. Kepada siapa saya bertanya, kepada siapa harus mengadu? Toh selama ini PLN Kalselteng cuek-cuek saja. Duh! []</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="ba_user_rank"><span class="user_login">hariesaja<span><br/><span class="user_points"><small>680</small></span><br /><span class="user_title">BERDASARKAN JUMLAH TULISAN DAN KOMEN SUDAH TERMASUK STANDAR WARGA KKB</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kayuhbaimbai.org/lapor-listrik-kalsel-sering-padam-lagi.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Harus Melayu?</title>
		<link>http://kayuhbaimbai.org/kenapa-harus-melayu.php</link>
		<comments>http://kayuhbaimbai.org/kenapa-harus-melayu.php#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Mar 2012 09:58:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariesaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esai Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalisme Warga]]></category>
		<category><![CDATA[Nusantara Melayu Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Teumu Sastrawan Numera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kayuhbaimbai.org/?p=3495</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini merupakan catatan saat mengikuti Temu Sastrawan Nusantara Melayu Raya* Jika tinjauan kritis terhadap karya sastra bisa dimasuki lewat berbagai disiplin ilmu, maka secara empirik karya sastra tentunya dapat memberikan input  &#8211; rekam jejak terhadap sebuah budaya &#8211; dalam hal ini adalah identitas kultur melayu dalam sastra. Itulah rumusan utama penyelenggaraan TSN yang tertangkap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Tulisan ini merupakan catatan saat mengikuti Temu Sastrawan Nusantara Melayu Raya*</em></p>
<p><a href="http://kayuhbaimbai.org/wp-content/uploads/2012/03/Temu-Sastrawan-Numera.jpg"><img class="alignleft  wp-image-3496" title="Temu-Sastrawan-Numera" src="http://kayuhbaimbai.org/wp-content/uploads/2012/03/Temu-Sastrawan-Numera.jpg" alt="Temu-Sastrawan-Numera" width="320" height="240" /></a>Jika tinjauan kritis terhadap karya sastra bisa dimasuki lewat berbagai disiplin ilmu, maka secara empirik karya sastra tentunya dapat memberikan input  &#8211; rekam jejak terhadap sebuah budaya &#8211; dalam hal ini adalah identitas kultur melayu dalam sastra. Itulah rumusan utama penyelenggaraan TSN yang tertangkap ketika mengikuti agenda<strong> Temu Sastrawan Nusantara Melayu Raya (TSN) di Padang, 16-18 Maret 2012</strong>.<span id="more-3495"></span></p>
<p>Upaya melacak identitas kultural melayu melalui sastra, budaya dan sejarah merupakan ide menarik. Untuk menghasilkan titik capai secara substansial, maka didaulat para ahli dibidangnya masing-masing seperti; Prof. Dr. Mestika Zed, Prof. Dr. Nusyirwan Efendi, Nik Abdul Rakib bin Nik Hassan, Prof. Dr. Ahmad Kamal Abdullah, Prof. Dr. Nursyirwan Efendi dan masih banyak sederet nama lainnya dengan makalah yang luar biasa.</p>
<p>Padatnya acara juga banyaknya makalah yang harus disampaikan dengan waktu terbatas memberi kesan bahwa seminar yang harusnya menarik menjadi serba terburu-buru. Banyak peserta harus menelan kecewa akibat tidak sempat melontarkan pertanyaan pada sesi pertama. Meski acara tetap dilanjutkan hingga sore (sesi kedua), namun upaya panitia menjadikan tiga ruangan terpisah – yang semula menjadi satu – menjadikan seminar ini kehilangan gregetnya.</p>
<p>Para peserta kemudian diminta untuk memilih salah satu diantara tiga materi yang akan disampaikan. Antara lain, ruang budaya, sejarah dan sastra. Perlu juga diketahui bahwa ketiga bagian disiplin ilmu tersebut adalah tema sentral TSN. Alangkah sebaiknya jika peserta tidak harus memilih sehingga upaya melacak identitas kultural melayu menemukan garis penghubung dari ketiga disiplin ilmu tersebut. Selain itu, para peserta juga bisa turut mempelajari pola-pola pelacakan identitas kultural dengan menggunakan tiga disiplin ilmu berbeda.</p>
<p>Meski upaya pemisahan ruang dilakukan – sebenarnya memang sudah diatur sejak awal di dalam buku petunjuk pelaksanaan dan bukan insidentil – tetap saja banyak ditemui hal-hal yang kuat dugaan bahwa panitia tidak 100% siap melaksanakan TSN. Di ruang budaya contohnya, berkali-kali moderator menyampaikan permintaan maaf dan mengakui kurangnya koordinasi antar panitia sehingga tampak terburu-buru, waktu yang molor dan sejumlah kendala teknis yang lamban bahkan tidak tertangani.<br />
<strong>Temu Sastrawan Minim Sastrawan</strong><br />
Tulisan ini tidak bermaksud mengecilkan para peserta yang hadir. Dari sekian pengalaman mengikuti berbagai agenda pertemuan sastrawan, TSN boleh dibilang temu sastrawan yang sangat sedikit dihadiri oleh para sastrawan. Kenyataan tersebut menimbulkan pertanyaan tentunya, ada apa dengan TSN? Lantas bagaimana dengan embel-embel bahwa seminar dalam TSN berskala internasional?</p>
<p>Pertanyaan di atas adalah isu menarik yang diperbincangkan peserta baik ketika berada di warung kopi atau di kamar tempat para peserta diinapkan. Korrie Layun Rampan dalam sesi seminar juga sempat menanyakan perihal sederet nama yang seharusnya dihadirkan dalam acara tersebut, semisal Iyut Fitria, Gus Tf Sakai, dan Taufik Ismail yang notabenenya sastrawan asal Sumatera Barat tempat acara berlangsung. Itu belum ditambah dengan nama-nama sastrawan lain yang biasanya hadir meski hanya dalam skala kecil nasional, bukan internasional. Apakah mereka merasa diri bukan sebagai sastrawan internasional sehingga tidak hadir?</p>
<p>Apakah hanya dengan dihadiri sastrawan asal Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan Thailand maka disebut dengan internasional? Seperti yang disampaikan salah seorang pemakalah (maaf lupa namanya), seminar ini lebih pantas disebut Asia Tenggara dan itupun juga belum memenuhi kriteria karena masih ada negara yang tergabung di Asia Tenggara lainnya seperti Vietnam, Kamboja, Laos dan Myanmar. Jika alasannya adalah karena ‘Melayu’ sebagai negara serumpun, kenapa tidak disebut dengan seminar negara serumpun melayu saja? Meski ibarat dagangan terdengar kurang menjual, tapi itulah kenyataannya.<br />
<strong>Kisah Sastrawan yang Terlantarkan</strong><br />
Harian Padang Haluan memberitakan bahwa adanya sejumlah sastrawan yang terlantar saat mengikuti TSN, termasuk Iberamsyah Amandit.  Pihak panitia kemudian menyampaikan hak jawab bahwa sesuai peraturan seharusnya tidak ada kalimat sastrawan terlantar. Mengingat waktu ‘terlantarnya’ peserta TSN sudah tidak termasuk menjadi  bagian tanggung jawab panitia.</p>
<p>Apa yang diutarakan panitia memang benar. Namun jika menyusuri kronologis kejadian, maka ada hal-hal yang harusnya bersifat cair, tidak lagi soal siapa yang bertanggung jawab.</p>
<p>Sejak awal, jadwal keberangkatan wisata sastra menuju rumah puisi Taufik Ismail waktunya sudah molor  + 1 jam. Sementara jarak tempuh menuju lokasi memerlukan waktu + 2 jam perjalanan.</p>
<p>Sampai di sana, kurang efektifnya panitia dalam hal manajemen waktu kembali terlihat. Pengarah acara membuka sesi ramah tamah dengan cara yang sangat menyita waktu. Haruskah semua peserta asal Malaysia kembali diminta memperkenalkan diri satu-persatu dengan segala pernak-perniknya – menjabat anu, anak si anu, istri-suami si anu – sementara peserta yang lain saja tidak diberikan hak yang sama.</p>
<p>Beda kejadiannya jika pengarah acara cukup mewakilkan dirinya untuk memperkenalkan para tamu yang hadir di rumah puisi, dan kemudian acara pokoknya adalah mendengarkan langsung penuturan Taufik Ismail tentang rumah puisinya. Jika digabung dengan sesi makan siang, kurang lebih 3 jam waktu yang sudah dihabiskan di rumah puisi.</p>
<p>Kenapa waktu di sini menjadi sangat penting? Saya hanya berusaha menunjukkan bahwa kurang baiknya manajemen waktu sedikit banyaknya berimbas kepada kisah para sastrawan yang terlantarkan. Sehabis dari rumah puisi seharusnya langsung menuju Bukit Tinggi ternyata menemui kendala karena mendadak peserta dibawa panitia untuk mengunjungi salah satu pesantren. Seharusnya peserta boleh protes karena jadwal tersebut tidak masuk dalam bagian acara.</p>
<p>Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa mengunjungi pesantren itu jelek, bahkan teramat bagus. Toh pesantren yang dikunjungi juga luar biasa bagusnya. Tapi ini sekadar upaya menunjukkan betapa peserta tidak berdaya dengan segala keputusan panitia. Baiklah, dari semua runtetan cerita di atas, sampailah di Bukti Tinggi dan kalau tak salah ingat, rombongan peserta baru kembali menuju padang pukul 17.10 WIB.</p>
<p>Sialnya, saat tiba di asrama haji tempat peserta semula diinapkan, semua kamar sudah terkunci. Beberapa peserta sempat merayu sopir untuk mengantarkan mereka ke hotel tempat para panitia dan tamu dari Malaysia menginap. Onde mande, hotel ternyata sudah penuh dan tidak seorang pun panitia ada di sana untuk mencarikan solusi.</p>
<p>Perlu dicatat bahwa, peserta tidak meminta penginapan gratis. Niat mereka berangkat menuju Padang dengan biaya masing-masing saja seharusnya sudah bisa dilihat. Mereka sudah siap, hanya saja tanpa seorang pemandu jalan, kemana mereka akan berteduh adalah persoalan lain. Dan untunglah, kebaikan budi para peserta (anak-anak muda di Padang) yang sama letih, bahkan jauh-jauh dari Bukit Tinggi saling berkoordinasi mengirimkan utusan untuk membantu para sastrawan yang kebingungan mencari penginapan, mengingat mereka yang terlantar baru pertama kalinya menjejak kaki ke Padang.</p>
<p>Sejak awal, sebelum memasuki jadwal wisata sastra, panitia sudah mendata nama-nama yang akan kembali menginap di asrama haji dan peserta pun sudah menyatakan siap membayar tambahan waktu menginap. Kenapa saat kembali ke asrama haji justru semua pintu terkunci? Untuk apa data yang dikumpulkan? Apakah karena sudah ditunggu-tunggu dan belum tiba juga menuju asrama haji menimbulkan spekulasi pengelola asrama untuk mengunci semua kamar? Jika itu yang terjadi, kenapa terlambat menuju asrama haji? Mari tanyakan kepada hati nurani kita sendiri!<br />
<strong>TSN untuk Malaysia</strong><br />
Dus! Dalam penyampaian makalahnya, Prof. SN Dato’ Ahmad Kamal Abdullah (Kemala) berujar, “Selama ini kami di Malaysia mempelajari dan memperhatikan perkembangan sastra di Indonesia, tapi kenapa sastrawan Indonesia tidak mempelajari dan memperhatikan sastra Malaysia,” ujarnya dengan logat khas Malaysia.  Saat di rumah puisi Taufik Ismail, Prof. Kemala kembali berujar, “Kembali menggaungkan Sastra Melayu adalah mimpinya sejak lama,” mimpi tersebut kemudian terwujud dengan nama (Nusantara Melayu Raya) Numera.</p>
<p>Dari sana timbul pemikiran, apakah TSN adalah kepentingan Malaysia dengan Melayunya? Tidak saja saya yang berpikir demikian. Kawan-kawan satu kamar juga menanyakan hal yang sama. Bahkan ada ucapan yang bisa dijadikan bahan renungan. Jika kita menengok kembali sastra melayu, semacam pantun dan gurindam, bukankah kita akan mengalami sebuah kemunduran atas pencapaian sastra Indonesia sekarang ini. Ada lagi yang terdengar kocak namun cukup menegaskan substansi sastra melayu itu sendiri. Bahwa Numera itu bukan ‘Nusantara Melayu Raya’ tapi ‘Nusantara Mengembang Raya’. Maksudnya adalah, sastra melayu di Indonesia telah berkembang menjadi Sastra Indonesia dan itu kenyataan yang dijalani para sastrawan di Indonesia.</p>
<p>Indikasi lain TSN demi kepentingan Malaysia tampak dari sikap para panitia yang – mudah-mudahan salah – lebih memerhatikan dan mendahulukan rombongan dari peserta Malaysia. Hal itu tampak pada saat acara pembukaan, Seminar juga dalam urusan City Tour kota Padang. Tidak semua peserta diajak dalam acara city tour, kecuali peserta dari Malaysia.</p>
<p>Dalam bahasan ini, entah kenapa saya lebih tertarik menengok catatan Darman Moenir di blog http://duniaanwar.blogspot.com/ dengan judul “Awas(i) Numera”. Terlepas benar atau tidak TSN adalah kepentingan Malaysia dengan bahasa melayunya, bagi saya menjadi Indonesia saja belum tuntas dan beres, kenapa harus Melayu?[]
<div class="ba_user_rank"><span class="user_login">hariesaja<span><br/><span class="user_points"><small>680</small></span><br /><span class="user_title">BERDASARKAN JUMLAH TULISAN DAN KOMEN SUDAH TERMASUK STANDAR WARGA KKB</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kayuhbaimbai.org/kenapa-harus-melayu.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Guru Honorer Kalsel Memprihatinkan. Apa Pendapat Anda?</title>
		<link>http://kayuhbaimbai.org/guru-honorer-kalsel-memprihatinkan-apa-pendapat-anda.php</link>
		<comments>http://kayuhbaimbai.org/guru-honorer-kalsel-memprihatinkan-apa-pendapat-anda.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 07:16:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariesaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jejak Pendapat]]></category>
		<category><![CDATA[guru honorer kalsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kayuhbaimbai.org/?p=3357</guid>
		<description><![CDATA[Kayuhbaimbai.org, JEJAK PENDAPAT &#8211; Nasib Guru honorer konon hingga sekarang secara finansial masih memprihatinkan, termasuk guru honorer di daerah Kalsel.  Masih banyak guru honorer di Kalsel yang tak mendapatkan gaji sesuai kerja yang dihasilkan. Berdasarkan informasi media cetak Kalsel, masih ada guru honorer yang mendapat gaji Rp.200 ribu / bulannya. Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Kayuhbaimbai.org, JEJAK PENDAPAT</strong> &#8211; Nasib Guru honorer konon hingga sekarang secara finansial masih memprihatinkan, termasuk guru honorer di daerah Kalsel.  Masih banyak guru honorer di Kalsel yang tak mendapatkan gaji sesuai kerja yang dihasilkan.<span id="more-3357"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kayuhbaimbai.org/wp-content/uploads/2012/02/guruhonorerkalsel.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3358" title="guru honorer kalsel" src="http://kayuhbaimbai.org/wp-content/uploads/2012/02/guruhonorerkalsel.jpg" alt="guru honorer kalsel" width="450" height="298" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan informasi media cetak Kalsel, masih ada guru honorer yang mendapat gaji Rp.200 ribu / bulannya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalsel H Dahri tak menampik tentang adanya kondisi tersebut. Menurut dia, nasib guru honorer di Kalsel sebagian besar memang masih memprihatinkan. “Ini yang sedang terus kita perjuangkan, kasihan sekali banyak guru yang gajinya hanya Rp200 ribu per bulan, apakah itu cukup untuk biaya hidup sehari-hari?,” ungkapnya kepada wartawan. Jumlah guru honorer di Kalsel sendiri cukup banyak. PGRI Kalsel hingga kini masih berusaha mengumpulkan data secara pasti&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Jumlahnya diperkirakan mencapai lebih dari 6 ribu. Selain Kabupaten Banjar, guru honorer di Kabupaten Tanah Laut jumlahnya juga cukup banyak yakni mencapai lebih dari 5 ribuan.  “Kami meminta segera mengangkat guru honorer, guru bantu, dan tenaga kependidikan honorer yang sudah memenuhi syarat untuk diangkat menjadi PNS,” katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">(Sumber: Radar Banjarmasin).</p>
</blockquote>
<p>Dalam jejak pendapat kali ini, bagaimana pendapat anda tentang nasib guru honorer yang sangat memprihatinkan?
<div class="ba_user_rank"><span class="user_login">hariesaja<span><br/><span class="user_points"><small>680</small></span><br /><span class="user_title">BERDASARKAN JUMLAH TULISAN DAN KOMEN SUDAH TERMASUK STANDAR WARGA KKB</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kayuhbaimbai.org/guru-honorer-kalsel-memprihatinkan-apa-pendapat-anda.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hanya 29 Persen Lahan Bekas Tambang Kalsel yang di Reklamasi</title>
		<link>http://kayuhbaimbai.org/hanya-29-persen-lahan-bekas-tambang-kalsel-yang-di-reklamasi.php</link>
		<comments>http://kayuhbaimbai.org/hanya-29-persen-lahan-bekas-tambang-kalsel-yang-di-reklamasi.php#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 09:41:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariesaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jejak Pendapat]]></category>
		<category><![CDATA[kerusakan lingkungan tambang]]></category>
		<category><![CDATA[Lahan tambang Kalsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kayuhbaimbai.org/?p=3262</guid>
		<description><![CDATA[Kayuhbaimbai.org, JEJAK PENDAPAT &#8211; Rusaknya lingkungan akibat aktifitas pertambangan bukan isapan jempol. Parahnya, kerusakan lingkungan tersebut tidak semua langsung diperbaiki (reklamasi). Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, Hingga akhir 2011 lalu, ternyata hanya 29 persen lahan bekas tambang yang direklamasi oleh para perusahaan tambang. Berdasarkan informasi media cetak, Kepala Dinas Pertambangan Kalsel Ali Muzanie [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Kayuhbaimbai.org, JEJAK PENDAPAT</strong> &#8211; Rusaknya lingkungan akibat aktifitas pertambangan bukan isapan jempol. Parahnya, kerusakan lingkungan tersebut tidak semua langsung diperbaiki (reklamasi).<span id="more-3262"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kayuhbaimbai.org/wp-content/uploads/2012/02/lingkunganrusakakibattambang.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3263" title="lingkungan rusak akibat tambang" src="http://kayuhbaimbai.org/wp-content/uploads/2012/02/lingkunganrusakakibattambang.jpg" alt="lingkungan rusak akibat tambang" width="320" height="213" /></a>Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, Hingga akhir 2011 lalu, ternyata hanya 29 persen lahan bekas tambang yang direklamasi oleh para perusahaan tambang. Berdasarkan informasi media cetak, Kepala Dinas Pertambangan Kalsel Ali Muzanie mengatakan, data tersebut tak termasuk lahan yang belum terdata. Sehingga diperkirakan masih banyak lahan yang belum direklamasi dan direvegetasi.</p>
<blockquote><p>Nah, apa pendapat anda kali ini tentang kerusakan lingkungan yang terjadi di Kalsel akibat pertambangan dan bagaimana anda melihatnya ketika masih banyak perusahaan tambang yang tidak bertanggung jawab?</p></blockquote>
<p>Komentar Anda akan diterbitkan di media blogger di harian Media Kalimantan, Minggu 19 Februari 2012.
<div class="ba_user_rank"><span class="user_login">hariesaja<span><br/><span class="user_points"><small>680</small></span><br /><span class="user_title">BERDASARKAN JUMLAH TULISAN DAN KOMEN SUDAH TERMASUK STANDAR WARGA KKB</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kayuhbaimbai.org/hanya-29-persen-lahan-bekas-tambang-kalsel-yang-di-reklamasi.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Angkut Bensin, Mobil Angkot Terbakar</title>
		<link>http://kayuhbaimbai.org/angkut-bensin-mobil-angkot-terbakar.php</link>
		<comments>http://kayuhbaimbai.org/angkut-bensin-mobil-angkot-terbakar.php#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2012 11:48:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariesaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[angkutan umum terbakar]]></category>
		<category><![CDATA[RUSUD Banjarbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kayuhbaimbai.org/?p=3241</guid>
		<description><![CDATA[Kayuhbaimbai.org, BANJARBARU &#8211; Hari ini SPBU nomor 6470703 di Jalan A. Yani Km 36 digegerkan oleh mobil angkutan umum yang terbakar saat mengangkut 8 jerigen bensin berukuran 30 liter. Dalam pantauan Kayuhbaimbai.org, ada dugaan kuat terjadinya mobil angkutan yang terbakar akibat sopir angkut sedang merokok. Menurut saksi mata, api sudah terlihat di belakang mobil ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Kayuhbaimbai.org, BANJARBARU</strong> &#8211; Hari ini SPBU nomor 6470703 di Jalan A. Yani Km 36 digegerkan oleh mobil angkutan umum yang terbakar saat mengangkut 8 jerigen bensin berukuran 30 liter.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kayuhbaimbai.org/wp-content/uploads/2012/02/mobilterbakar.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3242" title="mobil terbakar" src="http://kayuhbaimbai.org/wp-content/uploads/2012/02/mobilterbakar.jpg" alt="mobil terbakar" width="400" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam pantauan Kayuhbaimbai.org, ada dugaan kuat terjadinya mobil angkutan yang terbakar akibat sopir angkut sedang merokok. Menurut saksi mata, api sudah terlihat di belakang mobil ketika keluar dari SPBU. “Api sudah menyambar di belakang mobil saat berjalan menuju keluar SPBU,” ungkap Tukul menceritakan kejadian yang ia lihat (13/2/2012).<span id="more-3241"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Salah seorang petugas SPBU juga memberikan kesaksian bahwa mobil angkutan umum tersebut sudah lama parkir di pintu keluar SPBU karena panjangnya antrian di di pintu keluar.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah kurang lebih 1 jam 30 menit api baru bisa di padamkan oleh sejumlah BPK. Dari data yang dihimpun kayuhbaimbai.org, sopir angkot yang menjadi korban bernama Yusri (Iyus Ateng ) berusia 40 tahun mengalami luka bakar serius. Korban kemudian langsung dibawa ke RSUD Banjarbaru.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kayuhbaimbai.org/wp-content/uploads/2012/02/angkutanumumterbakar.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3243" title="angkutan umum terbakar" src="http://kayuhbaimbai.org/wp-content/uploads/2012/02/angkutanumumterbakar.jpg" alt="angkutan umum terbakar" width="400" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan kesaksian Iyus di IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarbaru, Iyus mengatakan bahwa ada pihak yang melempar korek api ke dalam mobil. Soal terbakarnya mobil, Iyus membenarkan bahwa api menyambar saat mobil berjalan menuju keluar SPBU.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih jauh tentang korban, Yusri adalah warga Antasan Senor Kabupaten Banjar. Istrinya sehari-harinya berjualan bensin di kios depan rumahnya. Sementara mobil angkutan umum yang terbakar milik H Madiun yang tinggal di Kelampaian. Yusri sendiri bekerja sebagai sopir angkutan.[]</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="ba_user_rank"><span class="user_login">hariesaja<span><br/><span class="user_points"><small>680</small></span><br /><span class="user_title">BERDASARKAN JUMLAH TULISAN DAN KOMEN SUDAH TERMASUK STANDAR WARGA KKB</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kayuhbaimbai.org/angkut-bensin-mobil-angkot-terbakar.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

