Jurnalisme Warga
Balapan Liar Murjani Banjarbaru Kembali Makan Korban
Kayuhbaimbai.org, BANJARBARU – Menggeber motor sekencang-kencangnya memang memberikan sensasi tersendiri. Tapi bagaimana jika tidak dilengkapi pengaman yang lengkap?
Lapangan Murjani Banjarbaru memang sering dijadikan ajang balapan liar (tidak resmi) oleh para pengendara motor. Seperti halnya malam ini (24/11/2011), dalam pantauan Kayuhbaimbai.org, para pemuda-pemudi sejak pukul 20.00 Wita sudah memadati lapangan Murjani. Nyaring suara motor terdengar jelas dari balai kota tempat tim Kayuhbaimbai.org mengambil gambar.
Tak jauh dari tempat kami menyaksikan padatnya kerumunan orang-orang, persis di tengah Lapangan Murjani sedang terjadi adu balap motor liar yang jumlahnya lumayan banyak. Di antara mereka hampir semuanya tidak mengenakan pengaman helm. Barangkali bagi pembalap liar, menggunakan helm itu tabu. Alhasil, di saat motor para pembalap liar sedang melaju kencang, salah seorang pengendara motor, sebut saja namanya Bunga dan Anggrek, sejak awal dua gadis itu memarkir motornya di tepian area adu balap sebagai penonton. Saat ingin menyeberang, saat itulah tabrakan tak bisa dihindarkan.
Bunga dan Anggrek pun segera dilarikan ke rumah sakit, sementara si penabrak masih dalam kondisi terlentang tak sadarkan diri. Sementara darah terus membanjir dari robekan luka di kepalanya. Tak lama kemudian, si penabrak pun juga segera dilarikan ke rumah sakit.
Kisah tabrakan maut di lapangan Murjani bukan sekali ini terjadi. Bahkan pernah dalam balapan resmi pun terjadi kecelakaan dan akibatnya fatal. Apalagi yang tidak resmi, di tempat umum dan banyak lalu lalang orang-orang yang ingin bersantai menikmati malam minggu di kawasan lapangan Murjani.
Seperti film-film India, tak lama kemudian polisi pun datang. Sepeda motor si penabrak rupanya sudah tidak ada di tempat. Korban pun sudah dilarikan ke rumah sakit. Pertanyaannya, seberapa seriusnyakah aparat kepolisian atau pihak yang berwenang mengatur lapangan Murjani agar kawasan tersebut bisa steril dari balapan liar yang akibatnya fatal bagi warga yang berada di lokasi tersebut? Mengingat, betapa multifungsinya kawasan lapangan Murjani sebagai pusat kota Banjarbaru?
Terakhir, sedikit menyimpang dari judulnya namun masih dalam satu rangkaian acara, saat itulah juga pagar besi bercat putih yang diduduki para pengunjung lapangan Murjani akhirnya roboh. Para Satpol PP sepertinya perlu juga bersiaga ditempat-tempat keramaian untuk menghindari hal-hal yang merugikan semacam di atas.[]
Tagged balapan liar banjarbaru, Banjarbaru, lapangan murjani banjarbaru








iezul25/12/2011 at 10:07
pesan bagi kita
yang tua : perlu tenaga ekstra untuk menangati(melarang) anaknya yang remaja untuk happy-happy.
yang muda : belajarlah lebih dewasa, karena keluarga menunggu anda dirumah
yang tidak tua dan tidak muda : selesaikan kuliah anda
yulian26/12/2011 at 04:33
Sudah saya bilang aparat Polantas di Banjarbaru TIDAK TEGASSS….!!!