Kayuh Baimbai

Komunitas Blogger Kalimantan Selatan

Jurnalisme Warga

Berhati-hati dan Waspada

08/10/2011 by nia in Banjarmasin, Jurnalisme Warga with 1 Comment

Kemarin siang, saat istirahat menjelang Jum’atan saya pulang ke rumah di seputaran Handil Bakti. Ketika itu saya sempat berhenti di pinggir jalan dan memarkir motor di tempat yang cukup luas. Niat saya adalah membeli buah pepaya yang dijual oleh seorang bapak. Tak lama setelah saya memilih-memilih buah, datanglah seorang ibu dan anaknya yang akan membeli buah pepaya itu juga. Saya pun akhirnya selesai dan membayar uangnya, begitu dengan Ibu tadi yang juga berniat akan membayar harga buah yang sudah ditimbang.

Ketika akan mengambil dompet di tasnya, ibu itu panik karena tas yang digantung di atas motornya raib entah kemana. Saya sendiri hanya bisa terdiam karena benar-benar tidak tahu kejadian yang sebenarnya. Ibu itu terus bingung dan berkali-kali berkata, “Pak … tas saya mana, tas saya mana?”

Bapak penjual pepaya itu juga kelihatan bingung, karena saya yakin beliau juga tak memperhatikan tentang tas ibu yang digantung di atas motornya, lalu bapak itu bilang bahwa tadi ada 2 orang pengendara motor berhenti sebentar di dekat motor ibu itu, tak lama setelah itu mereka pergi lagi.

Mendengar penjelasan dari dari penjual buah, ibu itu langsung bergegas menuju ke pos polisi yang berjarak ± 20 meter dari lokasi kejadian, kemudian saya juga langsung pulang. Dalam hati saya sangat menyayangkan ketidak hati-hatian dari ibu tadi, kenapa kok tas yang di dalamnya berisi dompet dan surat lainnya itu dibiarkan tergantung di atas motor begitu saja. Tapi itulah musibah ya, semoga saja beliau diberikan ganti yang lebih baik … dan semoga orang yang ngambil tas itu diberikan hidayah dan tidak lagi mengulangi perbuatannya, amin.

===
Pagi tadi, bapak-bapak di kantor saya masing-masing pada bercerita … dari yang melihat tabrakan antara motor dengan truk, truk yang lepas ban belakangnya, juga penjambret yang beraksi di jalan raya.

Intinya adalah sekarang harus hati-hati dan waspada, jika tidak ingin mengalami penjambretan maka jangan pernah memakai perhiasan yang berlebihan sehingga mengundang niat jahat orang yang melihat. Jangan menggunakan HP saat berkendera, selain membahayakan diri sendiri juga berbahaya bagi orang lain karena bisa menyebabkan laka lantas, juga bisa memancing penjambret jika melihat pengendara pamer HP.

About nia

suka warna ungu ..

View all posts by nia →

One Comment

  1. Abang haji23/10/2011 at 23:10Reply

    Kalau Negara indonesia sendiri yang mempunyai penduduk sangat banyak bisa kehilangan /pulaunya diambil tetangga, apalagi hanya Kalimantan selatan.

    Yang perlu kita perhatikan atau dicermati adalah apa sebabnya? sampai pulau yang begitu besar kok bisa diambil alias dicuri orang.

    Menurut pikiran saya sebagai orang awam /kampung, itu sebabnya karena sifat kita orang indonesia ini tidak bisa menjaga harta benda kita sendiri,SUDAH TAU KEHILANGN baru rebuuut…teriak maliiiiiing….toloooong….menangis dengan rasa sedih dan menyesal.

    UNTUK APA MENYESAAAAALL.

    -APA ARTINYA SEMUA ITU?. pulau sudah berpindah tangan.
    -KENAPA TIDAK DIJAGA?. tiap hari sibuk mencari uang untuk korupsi.
    -KEMANA SAJA PEMIMPIN KITA DAN APA YANG MEREKA LAKUKAN SELAMA INI?,
    sudah duduk diatas kursi empukdengan tetangga saja tidak peduli-apalagi pulau yang jauh diseberang.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


Kayuhbaimbai.org merupakan komunitas blogger Kalimantan Selatan. Dibentuk tahun 20 Januari 2008 dengan mengusung semangat memajukan perkembangan dunia informasi di Kalsel.
::.Arsip::.
  • Video Channel

      Menyusuri Sejarah Kincir Angin Comet Banjarbaru
      Ustadz M. Nur Maulana di Masjid Jami' Hidayatul Muhajirin Kota Banjarbaru
      Pasca Banjir di Banjarbaru.mp4
      Musyawarah Seni (Musen) Dewan Kesenian Banjarbaru
      Tari Baksa Kembang
      Pos Polisi Banjarbaru Terbakar.AVI

  • Foto Channel