Jurnalisme Warga
Guru Honorer Kalsel Memprihatinkan. Apa Pendapat Anda?
Kayuhbaimbai.org, JEJAK PENDAPAT – Nasib Guru honorer konon hingga sekarang secara finansial masih memprihatinkan, termasuk guru honorer di daerah Kalsel. Masih banyak guru honorer di Kalsel yang tak mendapatkan gaji sesuai kerja yang dihasilkan.
Berdasarkan informasi media cetak Kalsel, masih ada guru honorer yang mendapat gaji Rp.200 ribu / bulannya.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalsel H Dahri tak menampik tentang adanya kondisi tersebut. Menurut dia, nasib guru honorer di Kalsel sebagian besar memang masih memprihatinkan. “Ini yang sedang terus kita perjuangkan, kasihan sekali banyak guru yang gajinya hanya Rp200 ribu per bulan, apakah itu cukup untuk biaya hidup sehari-hari?,” ungkapnya kepada wartawan. Jumlah guru honorer di Kalsel sendiri cukup banyak. PGRI Kalsel hingga kini masih berusaha mengumpulkan data secara pasti…
Jumlahnya diperkirakan mencapai lebih dari 6 ribu. Selain Kabupaten Banjar, guru honorer di Kabupaten Tanah Laut jumlahnya juga cukup banyak yakni mencapai lebih dari 5 ribuan. “Kami meminta segera mengangkat guru honorer, guru bantu, dan tenaga kependidikan honorer yang sudah memenuhi syarat untuk diangkat menjadi PNS,” katanya.
(Sumber: Radar Banjarmasin).
Dalam jejak pendapat kali ini, bagaimana pendapat anda tentang nasib guru honorer yang sangat memprihatinkan?
Tagged guru honorer kalsel








iezul22/02/2012 at 18:35
benar sekali, padahal banyak juga di banjarmasin, mayoritas guru yang mengajar masih honorer…
adit23/02/2012 at 18:51
sebenarnya ini semua berasal dari perekonomian kita yang msih belum mandiri dan sering terjadi KKN,perbaiki sistem perekonomian maka gaji guru honorer ataupun gaji karyawan pastilah meningkat. sebenarnya untuk gaji karyawan di indonesia adalah 16 juta rupiah perbulan andaikata perekonomian indonesia tidak dijajah pihak asing
Nontonan24/02/2012 at 10:30
umaaaaa,, 200 ribu perbulan,, cukup sagan apa sidin,,
Sehari gen habis tuuh , padahal uyuh2 skolah nyari gelar, sekli jadi honorer dapat seitu ja…
baburinix!24/02/2012 at 10:36
melanjutkan komentar saudara adit, sebenarnya perekonomian indonesia bukan saja dijajah oleh pihak asing, tetapi oleh bangsanya sendiri, ini yang sangat berimbas pada rakyat. contoh kecil saja dari kebutuhan rakyat dengan minyak tanah, mereka di persulit untuk mendapatkannya, bahkan harus antri berjam jam demi mendpatkannya,padahal indonesia kan penghasil minyak terbesar dunia? lalu kenapa ini bisa terjadi? mungkin saja kan ini sebuah penjajahan dari bangsa sendiri.
begitu juga dengan gaji guru….yang demikian.
maux24/02/2012 at 13:06
lamun sistemnya sudah kada taratur, dimapa handak bagus?
Zian25/02/2012 at 11:30
yah, karena untuk jadi PNS sulit, banyak saingan…maka para guru itu pun ingin mencoba jalan lain yaitu dengan “mehonor”. Kalau memang gajinya sedikit, rasanya itu wajar saja, karena biasanya gaji itu pun dari pihak sekolah, bukan pemerintah. Bila sekolah tidak meminta pungutan SPP dari siswa, maka tentu saja sekolah tak punya banyak dana untuk mengganji guru honorernya.