Kayuhbaimbai.org – Internet bagai dua sisi mata pisau. Satu sisi membawa kebaikan bagi penggunanya, sisi lain memberikan dampak negatif. Soal konten pornografi di internet sebenarnya bukan hal baru. Setiap hari jumlahnya bahkan terus bertambah. Untuk mengantisipasi keberadaan konten pornografi tidak cukup hanya mengandalkan software yang khusus dirancang untuk memfilter akses ke situs-situs porno. Seperti diungkapkan Harie Insani Putra, Ketua Komunitas Blogger Kayuh Baimbai, ia senada dengan upaya yang dilakukan kawan-kawan di ICT Watch melalui program internet sehat.
“Jika hanya dilawan dengan software, itu tidak mampu bertahan lama. Situs-situs pornografi akan selalu mencari cara agar bisa diakses pengguna internet. Upaya riil yang perlu kita lakukan sebagai blogger adalah mengimbangi konten-konten negatif dengan konten positif,” ungkap Harie di sela-sela kegiatan ngabubur IT Kalsel 2012 (Diskusi dan buka puasa bersama di Hotel Batung Batulis, Banjarbaru).
Lebih jauh Harie menjelaskan bahwa seorang blogger harus memiliki kesadaran bahwa perannya sebagai pendistribusi informasi di internet memiliki andil penting, termasuk dalam kasus pornografi di atas. Seorang blogger dengan pengetahuan di bidang optimasi mesin pencari (Search Engine), akan memberikan dampak nyata untuk memerangi konten pornografi. Misalnya, orang-orang akan memanfaatkan mesin pencari sebelum menuju situs-situs porno. Di sinilah peran blogger ‘bermain-main’ dengan keyword yang banyak digunakan orang untuk mencari situs porno tadi.
Senada dengan hal itu, dalam materi tausiyah yang disampaikan oleh Gus Nopy Puji Raharjo dari Surabaya, mesin pencari adalah kunci utama yang harus diberikan perhatian lebih bagi blogger untuk mengimbangi keyword porno di internet.
Pada sesi usai nonton bareng film Linimas(s)a 2, Manda dan Donny, B.U dari tim ICT Watch mengajak kawan-kawan penggiat IT di Kalsel agar tidak selalu terpusat dengan isu-isu di Jakarta (Jakarta Centris). “Kawan-kawan di Kalsel jangan terpusat dengan berita-berita di Jakarta yang tidak berdampak kepada Kalsel,” ajak Donny, B.U kaitannya dalam menyebarluaskan informasi di jejaring sosial. “Lebih baik menyebarkan isu-isu lokal yang terjadi di Kalsel agar diketahui khayalak ramai. Dengan begitu informasi akan beragam dan masalah-masalah di daerah juga bisa menjadi perhatian orang-orang di luar Kalsel,” lanjut Donny.
Sementara Manda, tokoh utama dalam film Linimas(s)a 2 ini sempat bertanya kepada para peserta tentang porsi berita-berita daerah di media mainstream nasional. Manda ingin mengatakan bahwa, peran aktif penggiat IT dalam mendistribusikan informasi lokal sangat penting peranannya dalam keberagaman informasi menuju proses demokrasi. Sebagai contoh dalam film Linimas(s)a 2, jelas bagaimana peran aktif warga yang notabenenya sebagai orang-orang biasa namun apa yang mereka kerjakan sangat luar biasa.
Kegiatan Diskusi IT Kalsel 2012 kerjasama Komunitas Blogger Kalsel Kayuh Baimbai, Dishubkominfo Kalsel, Relawan TIK Kalsel dan Dishubkominfo Banjarbaru ini juga diwarnai aksi solidaritas korban banjir Ambon. Harie sebagai koordinator pelaksana mengajak peserta untuk turut membantu warga Ambon yang beberapa hari terakhir dilaporkan oleh blogger Maluku melalui akun twitter. Selain itu, dalam kegiatan ini juga menandai resminya Relawan TIK Banjarbaru.[]
kayuh baimbai
Artikel terbaru oleh kayuh baimbai (lihat semua)
- Kecenderungan Novel Kalsel Kontemporer - 14/03/2013
- Lomba Blog ICT USO Expo 2012 Kalimantan Selatan - 03/11/2012
- Video Madihin, Anang Syahrani - 15/10/2012
- Stop Pemadaman Listrik Kalselteng - 05/10/2012
- Agenda Aruh Sastra Kalimantan Selatan IX – Banjarmasin 2012 - 03/10/2012