Pusat layanan internet kecamatan dan Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK & MPLIK) Banjarbaru dinilai belum optimal dalam pelayanan. Hal itu ditengarai akibat minimnya bandwidth yang tersedia sehingga calon pengguna PLIK & MPLIK memilih menggunakan layanan warnet.
“Dengan bandwidth 256 Kbps sulit untuk mengoptimalisasi MPLIK,” ungkap Kepala Bidang Kominfo Banjarbaru, Faisal Kasim. “Ketika user mengetahui internetnya lelet, mereka langsung berhenti menggunakan internet MPLIK,” lanjut Faisal Kasim sebagai nara sumber Sosialisasi Optimalisasi PLIK yang dilaksanakan Dishubkominfo Banjarbaru bekerjasama PT. Talenta Cipta Sarana (9/8/2012).
Diskusi yang semula bertujuan guna sosialisasi Optimalisasi PLIK pun melebar luas . Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa Banjarbaru sebenarnya tidak memerlukan fasilitas PLIK & MPLIK, mengingat Banjarbaru sebagai kota dengan kondisi masyarakat yang sudah familiar dengan internet. Ada kesan PLIK dan MPLIK dipaksakan,” ungkap salah seorang peserta.
Anggapan tersebut ditanggapi Faisal Kasim bahwa masih banyak wilayah di Banjarbaru yang belum bisa mengakses internet dengan baik. Hal itu juga terjawab ketika perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru mengutarakan bahwa banyak sekolah di Banjarbaru berada di pelosok dan mereka belum menyentuh dengan baik keberadaan internet.
Agenda Sosialisasi PLIK & MPLIK Banjarbaru yang melibatkan sebagian besar SKPD Kota Banjarbaru tersebut juga mendapat tanggapan serius Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan KB Kota Banjarbaru, Agus Widjaja. Menurutnya, PLIK atau MPLIK akan optimal apabila pihak pengelola membuat perencanaan matang dengan melihat kondisi Kota Banjarbaru.
“Operasional PLIK dan MPLIK harus direncanakan dengan matang. Dengan cara itu kita bisa mengetahui bagian apa saja yang sudah tercapai. Apalagi pelaksanaannya bisa bekerjasama dengan kawan-kawan komunitas penggiat IT semacam blogger dan Relawan TIK, maka optimalisasi PLIK bisa cepat berjalan,” ungkap Agus. “Jika permasalahan pada bandwidth, sebaiknya tidak selalu bergantung ke pemerintah pusat tapi Pemko Banjarbaru bisa mengupayakannya sendiri. Kalau memang Banjarbaru dianggap tidak layak mendapatkan fasilitas PLIK dan MPLIK, itu tinggal melihat kondisi di lapangan. Jika sektor pendidikan lebih membutuhkan, sebaiknya MPLIK diarahkan ke sektor tersebut agar terasa manfaatnya,” lanjut Agus memberikan solusi. []
harie insani putra
Artikel terbaru oleh harie insani putra (lihat semua)
- Hati-hati Akun FB Arie Sophian Masih Minta Pulsa - 19/05/2013
- Lahan diratakan, Warga Desa Tambak Halayung Lapor Polisi - 11/05/2013
- Ujian Nasional SMA Kalsel Diundur Rabu - 14/04/2013
- Aruh Sastra Kalsel 2013 di Banjarbaru - 12/04/2013
- 7 Petala Cinta Adaptasi Novel Jazirah Cinta? - 14/03/2013