<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kayuh Baimbai &#187; kalimantan selatan</title>
	<atom:link href="http://kayuhbaimbai.org/tag/kalimantan-selatan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kayuhbaimbai.org</link>
	<description>Komunitas Blogger Kalimantan Selatan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 May 2012 16:58:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Bekantan, Mati Lagi</title>
		<link>http://kayuhbaimbai.org/bekantan-mati-lagi.php</link>
		<comments>http://kayuhbaimbai.org/bekantan-mati-lagi.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 14:56:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samsuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalisme Warga]]></category>
		<category><![CDATA[Bekantan]]></category>
		<category><![CDATA[kalimantan selatan]]></category>
		<category><![CDATA[maskot Kalsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kayuhbaimbai.org/?p=2329</guid>
		<description><![CDATA[Kayuhbaimbai.org &#8211; Tragis menyaksikan tayangan Trans TV dalam berita sore (Rabu,30/11) yang mengabarkan kematian seekor bekantan di Kebun Binatang Surabaya. Setelah banyak berita yang menunjukkan semakin brutalnya manusia menyisihkan bekantan dari kehidupan alaminya, bekantan yang lari ke sawah dan pemukiman penduduk serta dibantainya bekantan karena dianggap sebagai hama oleh pengusaha perkebunan kelapa sawit. Hari ini, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Kayuhbaimbai.org</strong> &#8211; Tragis menyaksikan tayangan Trans TV dalam berita sore (Rabu,30/11) yang mengabarkan kematian seekor bekantan di Kebun Binatang Surabaya. Setelah banyak berita yang menunjukkan semakin brutalnya manusia menyisihkan bekantan dari kehidupan alaminya, bekantan yang lari ke sawah dan pemukiman penduduk serta dibantainya bekantan karena dianggap sebagai hama oleh pengusaha perkebunan kelapa sawit.<span id="more-2329"></span> Hari ini, kembali terdengar bekantan mati lagi.  <span class="post-content">Humas KBS Antan Warsito mengatakan bekantan yang mati ini ditemukan oleh penjaganya sekitar pukul 08.00 WIB. &#8220;Dari kondisi fisik, diketahui ada luka di pundak kanan,&#8221; katanya.</span> <span class="post-content">Menurut dia, melihat kondisi tersebut, lanjut Antan, diduga luka tersebut akibat gigitan bekantan jantan lainnya. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span class="post-content">Biasanya bekantan yang luka tersebut karena kalah berkelahi dengan pejantan lainnya pada saat merebutkan bekantan betina. &#8220;Namun, ketika berayun dari ranting ke ranting ternyata ada ranting yang patah, sehingga jatuh ke kolam. Selama ini kandang bekantan itu terbuka dan di pinggirnya dibuatkan kolam, sehingga bekantan tak bisa keluar dari kandang,&#8221; jelasnya</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-VVMsVTgEtd4/TtY7Kze3WoI/AAAAAAAAANk/g2ydGV3FBY0/s1600/bekantan4.jpg"><img src="http://2.bp.blogspot.com/-VVMsVTgEtd4/TtY7Kze3WoI/AAAAAAAAANk/g2ydGV3FBY0/s320/bekantan4.jpg" alt="" width="320" height="320" border="0" /></a></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"> <span class="post-content">Sebagai warga kalimantan tentu kita prihatin mendengar dan menyaksikan satu persatu bekantan yang menjadi icon borneo di dunia punah karena tergusur oleh kerakusan dan kelalaian manusia. Bekantan </span><span>atau dalam nama ilmiahnya <em>Nasalis larvatus</em> adalah sejenis <a title="Monyet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Monyet"><span style="color: windowtext; text-decoration: none;"><span style="color: windowtext; text-decoration: none;">kera </span></span></a>berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan dan merupakan satu dari dua <a title="Spesies" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spesies"><span style="color: windowtext; text-decoration: none;"><span style="color: windowtext; text-decoration: none;">spesies</span></span></a> dalam <a title="Genus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Genus"><span style="color: windowtext; text-decoration: none;"><span style="color: windowtext; text-decoration: none;">genus</span></span></a> tunggal kera <em>Nasalis. </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span class="post-content"><span>Bekantan tersebar dan endemik di hutan bakau, rawa dan hutan pantai di Pulau Kalimantan. Spesies ini menghabiskan sebagian waktunya di atas pohon dan hidup dalam kelompok-kelompok yang berjumlah antara 10 sampai 32 kera. Bagaimana mungkin bekantan dapat hidup yang layak jika lahan tempat berteduh dan mencari </span></span>makan berupa daun-daunan dari pohon rambai/pedada (<em>sonneratia alba</em>), ketiau (<em>genus motleyana</em>), beringin (<em>ficus sp</em>), lenggadai (<em>braguiera parviflora</em>), piai (a<em>crostiolum aureum</em>) digantikan dedaunan kepala sawit.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Di siang hari bekantan menyenangi tempat yang agak gelap atau teduh untuk beristirahat. Dan di sore hari, bekantan kembali ke pinggiran sungai untuk makan dan memilih tempat tidur tapi adakah itu dirasakan dalam kehidupan di Kebun Binatang yang katanya wadah berdiam bekantan. Padahal satwa bekantan ini dijadikan maskot Provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan SK Gubernur Kalsel No. 29 Tahun 1990 tanggal 16 Januari 1990. Selain itu, satwa bekantan ini juga menjadi maskot Dunia Fantasi Ancol. Masyarakat Kalimantan sendiri memberikan beberapa nama pada spesies kera berhidung panjang ini seperti Kera Belanda, Pika, Bahara Bentangan, Raseng dan Kahau. []</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kayuhbaimbai.org/bekantan-mati-lagi.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jazirah Cinta dalam Sudut Pandang Penziarah Dunia</title>
		<link>http://kayuhbaimbai.org/jazirah-cinta-dalam-sudut-pandang-penziarah-dunia.php</link>
		<comments>http://kayuhbaimbai.org/jazirah-cinta-dalam-sudut-pandang-penziarah-dunia.php#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Sep 2011 16:17:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[kalimantan selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Banjarmasin]]></category>
		<category><![CDATA[Novel Jajirah Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Randu Alamsyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kayuhbaimbai.org/?p=2290</guid>
		<description><![CDATA[Manusia adalah pengembara di dunia. Pada waktunya, tidak maju juga mundur, akan kembali ke tempat asalnya. Namun demikian, banyak alasan yang menjadi dasar seseorang dalam memutuskan untuk menjadi seorang pengembara yang sesuai dengan cara pandangnya dan tingkat pengetahuan serta pemahamannya terhadap kehidupan dan tujuan penciptaannya di dunia ini. Dalam beberapa hal, novel Jazirah Cinta karya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia adalah pengembara di dunia. Pada waktunya, tidak maju juga mundur, akan kembali ke tempat asalnya. Namun demikian, banyak alasan<span id="more-1106"></span> yang menjadi dasar seseorang dalam memutuskan untuk menjadi seorang pengembara yang sesuai dengan cara pandangnya dan tingkat pengetahuan serta pemahamannya terhadap kehidupan dan tujuan penciptaannya di dunia ini. Dalam beberapa hal, novel Jazirah Cinta karya Randu Alamsyah (Penerbit Zaman, 2008; cet. I) mampu menghadirkan beberapa pandangan tentang “Pada dasarnya kita semua di dunia ini adalah pengembara.” Novel ini menghadirkan panduan tentang manusia adalah pengembara atau penziarah dunia yang terasa dari awal bab hingga akhir cerita dan pada akhir buku dijelaskan atas pandangan pengembara oleh tokoh misterius Alamsyah.</p>
<p>Dalam novel Jazirah Cinta, begitu jelas pandangan bahwa manusia menganggap dirinya sebagai penziarah dunia, pengembara, yang hanya bergantung kepada Allah dan menjadikan alam sebagai teman serta kesunyian sebagai pilihan. Meski ada pandangan tentang manusia berkehendak (bebas) yang hadir dalam novel ini, tapi kekuatan keyakinan sebagaimana ungkapan (hal.209) “Ah, kapan aku bisa mencapai taraf ketika aku tidak pernah menepikan peran Allah dalam segala sesuatu?” Hal ini dikuatkan kepada sosok tokoh Syamsu sepanjang cerita, yang mengikuti saja jalan kehidupan tanpa ada kehendak sendiri selain saat ia memutuskan pergi dari kampung halamannya.<!--more--></p>
<p>Pandangan yang menganggap manusia sebagai penziarah dunia merupakan pemikiran yang berkembang pada zaman Yunani dan Abad Pertengahan, yang menempatkan alam dan Tuhan sebagai prinsip yang menentukan kehidupan manusia. Pada zaman Renaisans, manusia mulai dianggap sebagai pusat realitas, dan filsafat yang berkembang menempatkan manusia sebagai pusat perhatian, filsafat berwarna antroposentris, sehingga manusia sendiri yang menjadi pusat yang mulai mempertanyakan monopoli agama (gereja) dalam hal kebenaran. Manusia telah dianggap sebagai orang yang berbuat di dunia, yang mempunyai kehendak bebas, dan menjadi pusat realitas.</p>
<p>Dikarenakan pandangan bahwa manusia adalah pengembara, maka novel Jazirah Cinta mengalir dengan berbagai kebetulan dan kemujuran, dan yang lebih terasa ada suatu kepasrahan dengan berbagai pernak-pernik kehidupan. Dalam beberapa konflek yang dihadirkan cenderung dibiarkan dengan damai atau dapat dikatakan untuk mengalah dan diam, seperti adanya konflik antaran ustadz lulusan luar negeri (muda) dengan lulusan dalam negeri (tua dan muda), tapi disembunyikan dengan mengalahnya ustadz lulusan luar negeri untuk menjaga kedamaian pesantren.</p>
<p>Begitu juga melalui karakter tokoh Syamsu yang merupakan tokoh yang begitu dimudahkan dalam perjalanan kehidupannya, konflek batin yang berkecamuk dengan keberuntungan dan nasib mujur; kemujuran. Syamsu seakan representasi pandangan hidup di dunia hanya sekedar ziarah saja, dengan tokoh misteriusnya Alamsyah yang menjadi nama belakang pena penulis. Meskipun dalam novel ini ada kontradiksi yang dihadirkan, dengan pemberian julukan Kota Banjarmasin sebagai kota Jazirah Cinta dengan keberadaan komplek lokalisasi pelacuran, namun seakan tidak ada kesan pertentangan antara keduanya, tidak lebih dari realitas kehidupan seperti yang terjadi di mana saja.<br />
Pandangan yang menarik terlintas pada saat Syamsu pulang dari lokalisasi, yang mana pikiran Syamsu terkonsentrasi pada pencarian jawaban atas pertanyaannya sendiri, “manakah yang lebih utama: nilai-nilai kemanusiaan tau norma-norma sempit penghambaan kita kepada Tuhan?” Di sini terlihat ada pergolakan batin Syamsu tentang pandangan orang terhadap pelacur, yang mana orang dipandangnya cenderung menghakimi dan berusaha membangun tembok kesucian sendiri. Hingga Syamsu sampai pada kesimpulan, bahwa (hal.56) “Bukankan esensi yang sebenarnya dari agama adalah menjaga hak-hak kemanusiaan?” Sebagai umat beragama seharusnya menebar cinta dan kasih sayang, tidak ikut-ikutan melemparkan batu kebencian kepada mereka yang kita anggap nista. Di sini jelas, pandangan bahwa tidak semua yang kita lihat dan kemudian kita anggap nista merupakan suatu yang nista dihadapan Allah, karena kita harus berprasangka baik dengan kehendak Allah.</p>
<p>Hal ini juga nampak pada tokoh Lula yang bebas berkeliaran bepergian sebagaimana Syamsu dan sobatnya bertemu dengan Lula di angkut antarkota untuk acara pengajian Guru Sekumpul di Martapura. Tokoh Lula yang digambarkan berusia 19 tahun, cantik dan bebas berkeliaran dari komplek lokalisasi, merupakan kontradiksi tersendiri dengan pertanyaan mengapa ia tidak keluar dari lembah yang dibencinya. Di sini juga terlihat, pandangan yang selayang pandang tentang komplek pelacuran, dengan tidak adanya konflek di dalamnya; sesama pelacur, pelacur germo, dan pelacur dengan masyarakat. Memang tergambar pandangan masyarakat yang cenderung menghakimi, yang bagi tokoh Syamsu sebagai pandangan yang tidak mau merasakan bagaimana sebenarnya para pelacur juga tidak menghendaki kehidupan seperti itu.</p>
<p>Memperhatikan sosok Lula, usia muda 19 tahun, cantik, dan cerdas, terbayang bagaimana perempuan ini menjadi idola di lokalisasi, dan bagaimana tekanan dari orang kuat di lokalisasi, yang tentu saja sangat cenderung dengan berbagai bentuk kekerasan terjadi. Memang, sosok seperti Lula akan cenderung diperlakukan dengan baik, apalagi tidak terlihat adanya perlawanan atau pemberontakan untuk sekedar mengatakan tidak pada order tertentu, karena kehidupan seorang pelacur lebih bergantung dengan usia muda, fisik, dan kecantikan yang pada masanya akan digantikan oleh pelacur baru yang lebih segar. Malah, Lula digambarkan semakin mengurangi pelanggannya dan bahkan tidak sama sekali dalam suatu waktu setelah mengenal lebih dekat tokoh Syamsu dengan segala pandangannya, dengan berkehidupan dari uang tabungannya. Di sini jelas, Lula bukanlah pelacur yang terantai dan sebenarnya bebas dalam menentukan pilihannya, apalagi sudah punya tabungan.</p>
<p>Pandangan manusia sebagai penziarah dunia, juga terlihat pada sosok ayah Syamsu, yang pelariannya atas masalah yang dihadapinya ke minuman keras, padahal ia merupakan sosok yang begitu membanggakan bagi Syamsu dengan gagah, ulet dan gigih, cerdas, baik hati, dan penyayang. Begitu juga keluarga Isack yang modern, kaya, baik, tidak sombong dengan status. Namun, tokoh-tokoh tersebut dihadapkan pada kenyataan untuk pasrah dan berserah diri pada kehendak Allah. Mungkin, hal ini juga terjadi pada tokoh Alamsyah, sebagai seorang pengembara dan penolong tokoh Syamsu, yang dari awal cerita bertemu di Balikpapan dan akhir cerita juga bertemu di Balikpapan, seakan Alamsyah sebagai pengembara di sekitar Balikpapan saja, sehingga tidak terbayang tokoh Alamsyah bertemu dengan Syamsu di Palu Sulawesi.</p>
<p>Dalam hal berkaitan dengan perempuan, Syamsu merupakan tokoh yang hampir dihadapkan dengan perempuan sakit, baik secara fisik maupun sosial, seperti Lula yang pesakitan sebagai pelacur, Yunita yang mengidap penyakit dengan vonis kematian oleh dokter, dan ibunya yang dianggapnya tega meninggalkan ayahnya dan menikah lagi. Namun demikian, ada suatu impian yang tersembunyi tentang sosok wanita yang diidamkan dan menjadi pilihannya, yaitu cantik dan cerdas sebagaimana tokoh Lula, Salwa anak ustadz , dan Yunita adik Isack.</p>
<p>Pilihan pandangan merupakan suatu kebebasan, terlebih hal itu menjadikan berkembangnya kebaikan dan menghargai kemanusiaan, hal yang telah dilakukan Randu Alamsyah dalam novelnya Jazirah Cinta ini. Dengan penggambaran latar belakang yang menarik, meskipun belum mampu menghadirkan secara lebih dalam tentang kehidupan masyarakan Banjar, karena kehidupan yang ditampilkan dalam novel sebatas dunia pesantren dan cara pandangnya, namun telah berhasil menceritakan suatu pandangan tentang manusia adalah pengembara di dunia. Novel ini mampu menjaga berbagai kejutan-kejutan, yang seakan mensugesti sayang jika tidak selesai membacanya.</p>
<p>Kalimantan Selatan patut berbangga atas kehadiran novel ini, khususnya Kota Banjarmasin dan Kota Martapura, karena novel ini bercerita tentang suatu kota yang dinyatakan sebagai kota jazirah cinta. Dengan ungkapan berikut, “Jika kau berkunjung ke Kalimantan, sempatkanlah bertandang ke Banjarmasin. Terlebih jika hatimu sedang dirundung duka, dilanda frustasi, dan kehilangan asa, atau bahkan lagi putus cinta.” jelas suatu petunjuk yang membanggakan Kota Banjarmasin yang telah mendapatkan julukan Kota Seribu Sungai. Apalagi dilanjutkan dengan ungkapan, “Kau akan membingkai waktu-waktu terbaikmu di Jazirah Cinta, dan membingkainya menjadi kenang-kenganan hidup yang tak terlupakan.” yang secara langsung menyatakan Kota Banjarmasin sebagai Kota Jazirah Cinta.</p>
<p>Suatu kota yang romantis dan religius. Romantis dengan sungai-sungai yang mengalir dengan tenang, dan gema ayat-ayat Allah yang terus mengalun dengan sahdu, menyentuh religiusitas.() (Radar Banjarmasin; H.E Benjamine)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kayuhbaimbai.org/jazirah-cinta-dalam-sudut-pandang-penziarah-dunia.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aneka Macam Sambal Khas Banjar</title>
		<link>http://kayuhbaimbai.org/aneka-macam-sambal-khas-banjar.php</link>
		<comments>http://kayuhbaimbai.org/aneka-macam-sambal-khas-banjar.php#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Sep 2011 15:53:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resep Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[cacapan]]></category>
		<category><![CDATA[carancah]]></category>
		<category><![CDATA[kalimantan selatan]]></category>
		<category><![CDATA[sambal acan]]></category>
		<category><![CDATA[sambal binjai]]></category>
		<category><![CDATA[sambal habang]]></category>
		<category><![CDATA[sambal keminting]]></category>
		<category><![CDATA[sambal khas banjar]]></category>
		<category><![CDATA[sambal ramania]]></category>
		<category><![CDATA[sambal terasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kayuhbaimbai.org/?p=2290</guid>
		<description><![CDATA[Di Kalimantan Selatan, menurut beberapa sumber, ada beberapa macam sambal khas Banjar. Tercatat sebanyak enam macam Sambal Banjar yang dulu sering diolah dan disajikan sebagai teman bersantap masyarakat Banjar. Namun seiring waktu, hanya sebagian Sambal Banjar saja yang masih sering ditemui, dikarenakan ada bahan yang biasa digunakan untuk mengolah salah satu sambal,  mulai sulit ditemukan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kayuhbaimbai.org/wp-content/uploads/2011/09/sambalbanjar.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1094" title="sambalbanjar" src="http://kayuhbaimbai.org/wp-content/uploads/2011/09/sambalbanjar.jpg" alt="sambal khas banjar" width="300" height="222" /></a>Di Kalimantan Selatan, menurut beberapa sumber, ada beberapa macam sambal khas Banjar. Tercatat sebanyak enam macam Sambal Banjar yang dulu sering diolah dan disajikan sebagai teman bersantap masyarakat Banjar. Namun seiring waktu, hanya sebagian Sambal Banjar saja yang masih sering ditemui, dikarenakan ada bahan yang biasa digunakan untuk mengolah salah satu sambal,  mulai sulit ditemukan.</p>
<p>Menurut Marwan, seorang pemerhati budaya di Banjarbaru, mengatakan bahwa enam macam sambal khas Banjar yang tercatat dalam ingatannya yaitu Sambal Binjai, sambal Ramania, sambal Keminting (kemiri), Cacapan/ Carancah/ Carancam, sambal Acan (terasi), dan sambal Habang. Ke-enam jenis sambal tersebut mempunyai ciri masing-masing, dan tentu saja rasa yamg mampu menerbitkan air liur si-penyuka sambal.<span id="more-1091"></span></p>
<p>Tetapi jika Anda bermaksud menemukan keberadaan dan mencoba menyantap segala jenis sambal tersebut, nampaknya agak sulit mewujudkannya. Pasalnya, ada beberapa sambal yang sekarang jarang ditemui, baik di warung-warung makan, di rumah-rumah makan bernuansa pedesaan, bahkan di rumah-rumah penduduk Banjar sekalipun.</p>
<p>Sambal Binjai, merupakan jenis sambal Banjar yang sudah jarang ditemui di masyarakat. Buah binjai yang jadi bahan pelengkap sambal tersebut, sekarang memang susah diperoleh, pohonnya susah ditemukan dan kebanyakan tumbuh di daerah hutan. Padahal, sambal Binjai, dalam cerita masyarakat Banjar adalah sambal yang menjadi “teman” Ketupat Kandangan.</p>
<p>Sambal lainnya, yaitu sambal Keminting (kemiri), atau disebut pula sambal Sari Padang. Sambal ini pun mampu membangkitkan selera makan si penyantap. Bahan-bahan utama pembuat sambal: bawang merah, bawang putih, keminting&#8212; harus dibanam (dibakar) terlebih dahulu, baru kemudian diulek jadi satu berdama cabe rawit, gula putih, dan garam di dalam cobek. Yang paling repot, adalah membakar keminting, lalu mengupas kulitnya yang keras. Karena dibakar itulah, menjadikan rasa dan aroma sambal Keminting sangat khas dan nikmat, menarik minat untuk dicicipi.</p>
<p>Namun, sayangnya, jika Anda ingin mencicipi sambal Keminting, misalnya berburu ke resto bernuansa pedesaan, rumah makan, atau warung makan tradisional, Anda akan sulit menemukannya. Masyarakat pun sudah jarang membuat sambal ini sebagai pelengkap makan sehari-hari. Karena semua bahan diharuskan dibanam terlebih dahulu, sehingga orang malas untuk membuat sambal keminting. Tetapi, mungkin orang asli Banjar akan dengan senang hati jika Anda minta dibuatkan sambal Keminting.</p>
<p>Jenis sambal Banjar lainnya yang tak kalah menggugah selera Anda, yaitu sambal Acan (terasi), Cacapan/ Carancah, dan sambal Ramania, serta sambal Habang. Sambal terasi, atau sambal Acan, orang Banjar menyebutnya. Adalah sambal yang masih sering dijumpai. Di warung makan, di resto bergaya pedesaan, dan dibeberapa rumah makan di Kalsel, masih banyak yang menyediakan sambal ini.</p>
<p>“Di rumah-rumah penduduk masyarakat Kalsel pun masih sering membuat sambal Acan sebagai pelengkap makan untuk mencocol sayuran dan ikan,” ungkap Pak Marwan sembari menyulut rokoknya. Sambal Acan dibuat dengan bahan-bahan yang sama dengan sambal Binjai, yang membedakan hanya, tidak menambahkan buah binjai, tetapi menggunakan asam buah, seperti mangga muda dan queni muda. Bisa pula mengganti dengan potongan jeruk asam yang kecil, lalu mencampur dan meng-ulek dengan bahan lainya.</p>
<p>Dijamin, bagi Anda penyuka pedas, penampilan sambal Acan dalam cobek, lebih menonjolkan sisi tradisional, dan pasti membuat Anda menitikkan air liur. Maka, yang terhirup oleh indera pencium Anda, adalah aroma terasi serta rasa asam yang berbaur dengan pedas, membuat lidah tidak sabar menceburkan lauk pauk ke dalam sambal tersebut.</p>
<p>Cacapan/carancah, bila di daerah Hulu Sungai disebut carancam. Umumnya, cacapan atau carancam menjadi teman lauk seperti ikan asin kering, ikan sepat, ikan papuyu baubar (panggang), juga terong goreng. Cara makannya, ikan yang ada, dicelupkan ke dalam cacapan yang terbuat dari bahan-bahan yang sangat sederhana, membuatnya pun tak memakan waktu lama dan melelahkan. Anda pun bisa dengan mudah membuatnya, yang diperlukan cuma bawang merah yang diiris tipis, garam, asam jawa, cabe, dan air. Semua bahan di piring kecil, dicampur/diaduk menggunakan tangan, konon itu akan lebih nikmat daripada menggunakan sendok.</p>
<p>Dari semua jenis sambal di atas, belum lengkap rasanya jika Anda belum mencicipi sambal Ramania.     Sebenarnya, bahan pembuatnya sama dengan sambal Binjai dan sambal Acan. Sama-sama pula menggunakan acan yang digoreng atau dibakar. Namun, pelengkap sambal Ramania, adalah buah Ramania itu sendiri, yang buahnya mudah dibeli di pasar.</p>
<p>Ramania adalah salah satu asam buah yang sering tumbuh di daerah hutan, dan masih mudah untuk diperoleh. Sehingga, Anda tak perlu khawatir jika ingin mencicipi atau membuat sendiri sambal ini. Rasa asam yang ditimbulkan dari buah Ramania, menciptakan kesan sambal yang pedas, gurih, dan segar. Karakteristik sambal yang tidak benar-benar halus adalah sensasi yang justru harus ditampilkan. Cobalah rasakan ikan bakar atau sayuran hijau yang dikukus, maka upacara makan Anda pun makin bergairah.</p>
<p>Kalau beberapa sambal tadi adalah sambal yang disajikan dalam keadaan segar dan lebih mantap jika disajikan di atas cobek. Lain halnya Sambal Habang (merah). Sambal ini, lazimnya dijadikan kuah untuk memasak ikan, atau telur. Sehingga ikan atau telur yang dimasak dengan sambal habang, disebut ikan atau telur masak habang.</p>
<p>Bahan yang digunakan yaitu, bawang putih, bawang merah, jahe, gula merah, gula putih, dan garam, serta cabe merah besar yang kering. Semua bahan itu dihaluskan dengan meng-ulek, atau dengan menggunakan mesin penggiling. Yang membedakan lagi dengan sambal lainnya, sambal habang harus diulek hingga benar-benar halus, oleh sebab itu sekarang orang lebih suka menggunakan mesin blender sebagai alat menghaluskan. Sedangkan sambal lainnya, hanya di ulek secara manual dengan tangan, dan tidak sampai halus.</p>
<p>Maka, untuk Anda yang penasaran dengan rasa dan karakteristik dari masing-masing sambal Banjar. Tak ada salahnya jika memulai perburuan dari sekarang.[]</p>
<p>Sumber: Majalah Captain Banua Edisi 2, Juli – September 2011</p>
<p>(Ditulis oleh: DIAN ARLIKA)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kayuhbaimbai.org/aneka-macam-sambal-khas-banjar.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kopdar Blogger Kalimantan Selatan Di Duta Rasa 26 Juli 2011</title>
		<link>http://kayuhbaimbai.org/kopdar-blogger-kalimantan-selatan-di-duta-rasa-26-juli-2011.php</link>
		<comments>http://kayuhbaimbai.org/kopdar-blogger-kalimantan-selatan-di-duta-rasa-26-juli-2011.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 01:20:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayead Tergaptek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[blogger banua]]></category>
		<category><![CDATA[kalimantan selatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kayuhbaimbai.org/?p=2290</guid>
		<description><![CDATA[26 Juli 2011 merupakan hari yang bakalan tak terlupakan bagi &#8216;Bubuhan blogger banua&#8217; khususnya aku, karena kemaren sore kali pertama bagi blogger banua mengadakan kopdar. Kopdar pertama kali ini diadakan di Duta Rasa (Duta Mall Banjarmasin) dengan rencana awalnya dimulai jam 3 Sore namun melorot ke jam 4 an karena menunggu datangnya semua blogger. Sungguh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>26  Juli 2011 merupakan hari yang bakalan tak terlupakan bagi &#8216;Bubuhan  blogger banua&#8217; khususnya aku, karena kemaren sore kali pertama bagi <strong>blogger  banua</strong><a href="http://www.tergaptek.com/2011/07/blogger-banua-bubuhan-blogger.html"><strong> </strong></a>mengadakan kopdar. Kopdar pertama kali ini diadakan di  Duta Rasa (Duta Mall Banjarmasin) dengan rencana awalnya dimulai jam 3  Sore namun melorot ke jam 4 an karena menunggu datangnya semua blogger.</div>
<div></div>
<div>Sungguh  mengejutkan karena di kopdar pertama ini hadir juga blogger-blogger  senior seperti <strong>Bang Arief Rahman</strong> blogger banua sukses yang  menetap di Jogja , <strong>Dicky</strong> salah satu blogger muda tapi pengalaman  ngeblognya sejak tahun 2007 , <strong>Bang Ayief</strong> salah satu pengelola  utama<strong> <a href="http://kayuhbaimbai.org/">Komunitas Blogger Kalimantan Selatan KAYUH BAIMBAI</a> </strong>dan juga 2 Founder  BSC (Borneo Smart Center) serta 2 anggotanya.</div>
<div></div>
<div>Di  acara Kopdar Blogger banua ini dihadiri 15 + 2 Orang. Suasana kopdar  cukup rame (kayaknya meja kami yang paling rame dibanding tamu lain yang  lagi makan di duta rasa, he).</div>
<div></div>
<div>Acara  kopdar dimulai dengan perkenalan diri dari semua blogger yang hadir.  Masing-masing blogger memperkenalkan diri serta menceritakan sedikit  tentang ngeblognya, sejak kapan ngeblog, apa alasan ngeblog, dan apa  tujuan mereka ngeblog plus yang paling WAH  ialah ketika ada yang Share berapa digit penghasilan mereka ngeblog.</div>
<div></div>
<div>Dari  perkenalan itu didapati kalau beberapa blogger banua memiliki  penghasilan yang luar biasa dari ngeblognya (Ptr, Adsense, Broker) yaitu  4 bahkan 5 digit PERBULAN  .. woooooooow!!!!!! artinya puluhan juta bahkan lebih perbulannya <img src='http://kayuhbaimbai.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .  Sungguh cerita mereka membakar semangat Blogger Gaptek untuk semakin  rajin ngeblog terutama memaksimalkan PTR dan ADsense serta LInk Sales  yang selama ini sama sekali belum aku masuki.</div>
<div></div>
<div>Setelah  perkenalan dan minum-minum (Gak makan-makan, he) para blogger saling  ngobrol tentang ngeblog dan juga ngobrolin tentang peluang penghasilan  dari ngeblog.</div>
<div>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://4.bp.blogspot.com/-ac4I-ce5fM4/Ti-LACrJseI/AAAAAAAAA3Y/_fHZ-N5w3yI/s1600/KOpdar+Blogger+Banua+1.jpg"><img src="http://4.bp.blogspot.com/-ac4I-ce5fM4/Ti-LACrJseI/AAAAAAAAA3Y/_fHZ-N5w3yI/s320/KOpdar+Blogger+Banua+1.jpg" border="0" alt="kopdar blogger banua" width="320" height="163" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td>Photo Kopdar  Blogger Banua By : Dicky</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div>Sekitar  jam 5.30 acara kopdar pertama ini di tutup. Tapi sebelum di tutup  ternyata datang lagi Blogger banua Shuwat Liong beserta kekasihnya.  Perkenalan sebentar dari Shuwat akhirnya acara ditutup oleh bang Arief  Rahman yang berlaku sebagai Moderator di acara kali ini. Sebelum  membubarkan diri di sela-sela penutupan terbesit keinginan untuk  mengadakan Kopdar lagi di lain waktu, mungkin pas Puasa nanti. Dan  kopdar lain kali diusahakan lebih terkoordinir dan memilih tempat yang  lebih pas untuk kopdar agar bisa lebih bisa saling share dan berbagi  cerita lagi antar blogger banua.</div>
<div></div>
<div>Sebelum  pulang, aku bersama 4 orang teman blogger banua tidak langsung bubar  karena sambil ngobrol di jalan tiba-tiba <strong>bang AYyIEF <em>(www.Anakshaleh.com)</em></strong> ngajak  makan , kebetulan tadi di acara kopdar gak sempat ada acara makan-makan  karena keasykan ngobrol semua, he.</div>
<div></div>
<div>Makasih  untuk Bang Ayief yang udah bersedia datang walau lumayan jauh dari  BanjarBaru dan Ntraktir kami pula. Jadi gak enak, padahal aku tuan Rumah  tapi malah di Traktirin semua sama bang Ayyief <img src='http://kayuhbaimbai.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Mungkin lain kali  aku akan membalasnya di kopdar2 berikutnya.</div>
<div></div>
<div>Semoga  Acara Kopdar-kopdar Blogger di Kalimantan Selatan akan semakin rutin  dan memerperat Kebersamaan antar Blogger Kalsel (BloggerHood), kopdar  kedua di Bulan puasa ini Terwujud.</div>
<div>Berikut  ini nama-nama Blogger beserta link Alamat blog yang mereka miliki yang  hadir di Acara kopdar pertama Blogger Banua:</div>
<div><a href="http://3.bp.blogspot.com/-6e9Eg2lVyjI/Ti-LiqQj2AI/AAAAAAAAA3c/9-hVCVZp2Zs/s1600/Kopdar+Blogger+banua2.jpg"><img src="http://3.bp.blogspot.com/-6e9Eg2lVyjI/Ti-LiqQj2AI/AAAAAAAAA3c/9-hVCVZp2Zs/s320/Kopdar+Blogger+banua2.jpg" border="0" alt="kopdar blogger banua" width="320" height="163" /></a></div>
<ol>
<li>Arief Rahman :</li>
<li>Irsyad / dicky :</li>
<li>Ayyief D Alkaff : www.Anakshaleh.com</li>
<li>Ayead Tergaptek : www.Tergaptek.com &amp; www.Miftahfarid.com</li>
<li>Imam Muryadi : mrsimpel.blogspot.com</li>
<li>Nabil : abiey22.blogspot.com</li>
<li>Kahar beserta ceweknya : kep-katro.blogspot.com</li>
<li> &#8212;&#8211;||&#8212;&#8212;-</li>
<li>Adittya Regas : adittyaregaas.blogspot.com</li>
<li>Adeetz :</li>
<li>Fiqi :</li>
<li>Bang Fajeri beserta 1 founder serta 2 member BSC  (www.Borneosmartcenter.com)  <em>yang  maaf namanya lupa dan tidak tau karena waktu perkenalan aku lagi nyari  minuman </em></li>
<li>.&#8212;&#8211;||&#8212;&#8211;</li>
<li>.&#8212;-||&#8212;&#8211;</li>
<li>.&#8212;-||&#8212;&#8211;</li>
<li>Shuwat Beserta Ceweknya :</li>
<li>&#8212;-||&#8212;&#8212;-</li>
</ol>
<blockquote><p>Blogger Banua Yessssssss&#8230; Itulah Yel yel ketika penutupan kopdar  kemarin yang cukup menarik perhatian orang yang ada di Duta rasa tempat  kami kopdar kemarin. HE , he</p>
<p>Maju terus bubuhan Blogger Kalimantan selatan:) Salam Sukses .</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kayuhbaimbai.org/kopdar-blogger-kalimantan-selatan-di-duta-rasa-26-juli-2011.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

