KAYUHBAIMBAI, Banjarmasin – Marhaban ya ramadhan, sunggu tak terasa sebentar lagi kita akan menghadapi bulan kemenangan, setelah sebelumnya kita semua para umat muslim menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan ini, menahan berbagai macam nafsu, bukan hanya nafsu untuk menahan lapar dan haus, tapi juga menahan amarah dan lain-lain agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Bicara tentang hari kemenangan atau lebaran, yang artinya hari perayaan umat muslim. seperti yang kita tahu lebaran sangat dinanti-nanti bagi umat muslim sedunia, lebaran bukan hanya identik dengan pakaian baru, pribadi baru, makanan yang lezat, tapi lebaran juga identik dengan zakat.
Zakat adalah jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya) menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syarak. Zakat merupakan rukun ketiga dari Rukun Islam. Seperti yang kita tahu zakat di dalam Islam terbagi menjadi dua jenis, zakat fitrah dan zakat maal. Zakat fitrah yang artinya adalah zakat yang wajib dikeluarkan muslim menjelang Idul Fitri pada bulan Ramadan. Besar zakat ini setara dengan 3,5 liter (2,7 kilogram) makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan, sedang zakat maal adalah zakat yang dikeluarkan seorang muslim yang mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak. Masing-masing jenis memiliki perhitungannya sendiri-sendiri.
Dan beberapa golongan orang-orang yang wajib menerima zakat, yaitu: fakir, miskin, amil, mu’allaf, hamba sahaya, gharimin, fisabilillah, dan ibnus sabil. Seperti yang sudah kita ketahuai ada delapan golongan orang-orang yang ’wajib’ mendapatkan zakat, dan menjelang lebaran pasti para umat muslim berlomba-lomba mengeluarkan zakat-nya untuk membersihkan hartanya.
Namun yang sangat disayangkan zakat di bulan ramadhan ini seringkali disalah gunakan oleh orang-orang tertentu. Setiap tahunnya saat menjelang lebaran, banyak orang-orang yang mengaku dirinya fakir atau miskin, dan meminta langsung zakat ke rumah-rumah warga yang tentunya memiliki tampilan rumah yang bagus dan besar. Sering kali juga kita menemui orang-orang yang meminta zakat langsung ke rumah adalah orang-orang yang baru pertama kali kita lihat wajahnya berkeliaran di daerah kita.
Saya dan teman sempat terkejut beberapa waktu lalu, ketika sedang bersantai di depan rumah. Tiba-tiba saja kami yang berada di teras depan rumah dihampiri oleh tiga orang lelaki yang tidak saya kenal, ke tiga orang tersebut berani masuk padahal pagar rumah saya sedang tertutup. Mereka menghampiri kami dan menyalami kami, ke tiga orang itu bilang ”Zakatnya dee”. Tentu ini contoh perilaku yang tidak baik. Apakah Islam mengajarkan seperti ini?
Beberapa hari setelah itu, saat saya ingin pergi ke luar lagi-lagi saya dibuat kaget. Sepanjang jalan di daerah rumah saya berjejer orang-orang yang mengaku fakir atau miskin, berdiri di depan rumah-rumah tetangga yang bisa dibilang memiliki ekonomi lebih. Dan yang lebih membuat saya terkejut adalah, ketika melihat seorang orangtua dan anaknya turun dari motor matik-nya, si orangtua tadi pergi menghampiri rumah-rumah yang sudah digerumbungi orang-orang yang mengaku fakir atau miskin, sedangkan seorang anak tadi menunggu orangtua nya duduk di atas motor matik-nya dari jauh.
Dan orang-orang yang berani meminta zakat dengan menghampiri rumah warga adalah orang-orang muslim. Ironis memang kewajiban yang dibuat oleh Allah disalah gunakan.
Ada baiknya kita sebagai umat muslim mengeluarkan zakat pada tempatnya, seperti langsung ke Masjid, ataupun kepada tetangga yang benar-benar sudah kita tahu keadaanya, bukan sembarangan memberi kepada orang-orang yang datang ke rumah dan tidak kita kenal statusnya.
Sumber arti Zakar : http://id.wikipedia.org/wiki/Zakat


Artikel terbaru oleh Adittya Regas (lihat semua)
- Cegah Macet Pemko Banjarmasin Berlakukan Satu Jalur - 21/01/2013
- Kopdar Komunitas Android dan sekitarnya - 16/01/2013
- Tips Menjelang Malam Pergantian Tahun - 23/12/2012
- Cara Capture Android Tanpa Aplikasi Tambahan - 04/11/2012
- Aplikasi Al-Quran Digital di Android - 28/09/2012
itu sumbernya di bawah #eh kok tertulis Zakar ya? *ngikik* bukannya zakat?